x Pulau Seribu Asri

Sherly Tjoanda Buka Peluang Bernilai Triliunan di Maluku Utara

waktu baca 3 menit
Sabtu, 28 Mar 2026 11:09 11 Arthur

Vitalterkini.id, Makassar — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara langsung mengundang para pengusaha dan investor, khususnya dari Sulawesi Selatan, untuk menanamkan modal di sektor strategis seperti pangan, logistik, dan transportasi laut.

Ajakan tersebut ia sampaikan dalam forum bisnis bergengsi Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

Ketergantungan Tinggi, Peluang Investasi Terbuka Lebar

Dalam sesi diskusi bertajuk Success Story dan Business Matching, Sherly menegaskan bahwa Maluku Utara masih sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ia menyebut sekitar 80 persen kebutuhan pangan dan logistik masyarakat masih dipenuhi dari wilayah lain.

“Sekitar 80 persen kebutuhan Maluku Utara masih disuplai dari luar. Karena itu, saya hadir di sini untuk mengajak saudagar Bugis Makassar yang memiliki kompetensi di sektor peternakan, pelayaran, hingga logistik agar melihat langsung peluang besar di Maluku Utara,” ujar Sherly di Makassar, Kamis (26/3/2026).

Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar tantangan, tetapi juga peluang emas bagi investor untuk masuk dan memperkuat rantai pasok lokal.

Potensi Ayam Potong Capai Rp1 Triliun

Sherly memaparkan salah satu peluang konkret di sektor peternakan ayam potong. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, kebutuhan ayam di Maluku Utara mencapai 25.000 ton per tahun.

“Jika harga ayam sekitar Rp40.000 per kilogram, maka potensi bisnisnya mendekati Rp1 triliun. Saat ini harga ayam di Maluku Utara bahkan mencapai Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram karena tingginya biaya logistik,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya margin besar yang dapat dimanfaatkan investor melalui efisiensi distribusi dan produksi lokal.

Bisnis Telur Bernilai Ratusan Miliar

Selain ayam potong, Sherly juga menyoroti peluang besar di sektor peternakan telur. Ia memperkirakan kebutuhan telur masyarakat mencapai ratusan ribu ton per tahun.

“Jika satu orang mengonsumsi tiga butir telur per minggu, maka dalam setahun kebutuhan bisa mencapai sekitar 400.000 ton. Dengan harga Rp2.000 per butir, potensi ekonominya sekitar Rp800 miliar. Saat ini harga telur di Maluku Utara rata-rata Rp2.500, sehingga peluangnya masih sangat terbuka,” paparnya.

Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Tapi Belum Merata

Di sisi lain, Sherly mengungkapkan bahwa Maluku Utara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional pada 2025, yakni sebesar 34 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun lalu mencapai 34 persen, tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan tersebut belum inklusif. Aktivitas ekonomi masih didominasi sektor hilirisasi nikel.

Maluku Utara sendiri berkontribusi besar terhadap produksi nikel nasional, yakni sekitar 40–50 persen dari total produksi Indonesia, bahkan sekitar 20 persen dari pasokan dunia.

Infrastruktur dan SDM Jadi Tantangan

Sherly menjelaskan bahwa ketimpangan ekonomi terjadi karena keterbatasan sumber daya manusia serta belum optimalnya sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“SDM kita masih terbatas. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan belum mampu swasembada. Infrastruktur juga belum sepenuhnya siap, sehingga kebutuhan masih dipasok dari luar, terutama dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan,” jelasnya.

Pemerintah Buka Pintu Kolaborasi

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka peluang kolaborasi luas dengan pelaku usaha untuk mengembangkan sektor pangan dan logistik. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Sherly menegaskan, investasi di sektor-sektor tersebut tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Ini momentum yang tepat untuk masuk ke Maluku Utara. Potensinya besar dan pemerintah siap mendukung,” pungkasnya. (**)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri