x Pulau Seribu Asri

Rumput Laut Jadi Komoditas Unggulan, Gen Z Bisa Ambil Peran

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 15:37 12 Arthur

Viralterkini.id – Indonesia memiliki kekayaan laut yang luar biasa, termasuk komoditas rumput laut yang nilai ekonominya mencapai puluhan triliun rupiah. Tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir, rumput laut kini juga menjadi primadona investasi dengan potensi penyerapan ekonomi yang luas dari hulu ke hilir. 

1. Rumput Laut, Emas Hijau dari Laut Nusantara

Rumput laut sering disebut sebagai “emas hijau” karena nilainya yang tinggi serta prospeknya dalam ekonomi laut berkelanjutan.

Indonesia termasuk salah satu produsen rumput laut terbesar di dunia, dengan produksi jutaan ton per tahun yang terus meningkat. Walaupun sebagian besar masih diekspor sebagai bahan baku mentah, nilai ekonominya sudah sangat signifikan. 

2. Nilai Ekonomi dan Permintaan Global

Permintaan global terhadap produk rumput laut terus meningkat setiap tahunnya. Nilai perdagangan rumput laut dunia mencapai miliaran dolar, dan dengan pengembangan industri hilir, potensi nilai tambahnya bisa jauh lebih besar di masa depan.

Produk turunan seperti carrageenanagar-agar, hingga bahan baku bioplastik dan nutraceutical menunjukkan diversifikasi yang menjanjikan pasar ekspor dan domestik. 

3. Hilirisasi: Jalan untuk Meningkatkan Nilai Tambah

Saat ini Indonesia masih mengekspor banyak rumput laut dalam bentuk mentah atau kering.

Namun, pemerintah dan pelaku industri semakin mendorong hilirisasi, mengolah rumput laut menjadi produk bernilai tinggi seperti kosmetik, obat-obatan, bahan pangan fungsional, bioplastik, dan bahkan biofuel.

Hilirisasi dapat meningkatkan pendapatan, memperkuat industri domestik, dan membuka akses ke pasar global yang lebih luas. 

4. Peluang untuk Gen Z: Kunci Inovasi dan Teknologi

Generasi Z memiliki peran penting dalam revolusi industri rumput laut Indonesia. Dengan kemampuan digital, kreativitas, dan akses pengetahuan teknologi baru, Gen Z bisa membawa inovasi dalam:

  • Pengembangan produk bernilai tambah — menciptakan makanan fungsional, bahan bakar ramah lingkungan, atau kosmetik berbasis rumput laut.
  • Digital marketing & e-commerce — mengangkat brand rumput laut Indonesia ke pasar global.
  • Teknologi budidaya dan riset — menerapkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produksi laut. 

Partisipasi Gen Z di sektor ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan ekonomi biru — pertumbuhan ekonomi yang menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi laut.

5. Impact Ekonomi Sosial & Lingkungan

Komoditas rumput laut memberi dampak lebih dari sekadar keuntungan finansial:

  • Peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, terutama pelaku budidaya kecil. 
  • Penciptaan lapangan kerja baru di sektor hilir dan industri pendukung.
  • Manfaat lingkungan, seperti potensi penyerapan karbon dan pengurangan emisi bila dimanfaatkan untuk biofuel atau material ramah lingkungan. 

Rumput laut bukan lagi sekadar tanaman laut biasa, ia adalah salah satu komoditas kunci yang bisa membawa Indonesia ke peta ekonomi global yang lebih mapan.

Dengan dukungan teknologi, keahlian Gen Z, serta integrasi antara riset, industri dan pemerintah, rumput laut bisa menjadi sumber daya strategis untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di era modern. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!