Bupati Halteng Ikram M. Sangadji, didampingi Sekretaris Daerah Bahri Sudirman dan Wakil Ketua DPRD Halteng Sakir Hi. Ahmad, saat berdialog dengan warga Desa Sibenpopo untuk meredam ketegangan dan menghentikan bentrokan, Jumat (3/4/2026). Foto Supriansah Nurdin
Viralterkini.id, HALTENG – Kepemimpinan yang berakar pada ketulusan dan bukti nyata pengabdian terbukti mampu memadamkan bara konflik sosial yang paling panas sekalipun. Hal ini tercermin jelas dalam langkah taktis Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji (IMS), saat menangani ketegangan antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo yang pecah pada awal April 2026.
Hanya dalam kurun waktu empat hari, tensi tinggi yang sempat mencekam wilayah tersebut berhasil didinginkan. Puncaknya, sebuah prosesi perdamaian yang emosional digelar tepat di depan Gereja Sibenpopo pada Selasa, 7 April 2026, menandai kembalinya harmoni di tanah Fagogoru.
Ketegangan mencapai titik didih pada Jumat, 3 April 2026. Gesekan antar-kelompok warga kedua desa tersebut pecah menjadi bentrokan hebat yang menelan korban jiwa dan luka-luka. Situasi kian memilukan ketika amuk massa menyebabkan puluhan rumah warga ludes terbakar, menyisakan duka mendalam bagi warga.

Insiden ini menjadi ujian berat bagi stabilitas keamanan dan kondusivitas Halmahera Tengah yang tengah memacu pembangunan infrastruktur dan investasi nasional.
Trauma dan kemarahan sempat menyelimuti warga saat melihat puing-puing bangunan yang hangus di lokasi kejadian.
Namun, alih-alih menggunakan pendekatan keamanan yang represif atau hanya memberikan instruksi kaku di balik meja, Bupati IMS memilih “jalan sunyi” diplomasi kemanusiaan.

Sejak hari pertama konflik pecah, ia berada di garda terdepan, menembus barikade massa yang emosional dengan ketenangan seorang pemimpin yang sangat memahami psikologi rakyatnya.
Kedekatan Bupati Halteng Ikram M. Sangadji (IMS) dengan rakyatnya menjadi kunci sukses penanganan konflik masyarakat Desa Banemo dan Desa Sibenpopo.
Langkah Bupati IMS didukung penuh oleh jajaran pemerintah daerah yang menunjukkan soliditas luar biasa. Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, beserta seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Halteng tetap setia bersama di lokasi kejadian untuk memastikan pelayanan dan pendampingan bagi warga terdampak tidak terhenti.

Dukungan juga datang dari level pemerintahan yang lebih tinggi. Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, beserta unsur pimpinan Forkopimda Provinsi, turut melakukan kunjungan langsung di lapangan untuk meninjau kondisi warga dan memberikan dukungan moril.
Di sisi keamanan, sinergitas aparat penegak hukum menjadi pilar pengaman proses rekonsiliasi. Kapolda Malut, Wakapolda, Kapolres Halteng, Kajari Halteng, Danrem, dan Dandim turun langsung memimpin pasukan.
Aparat gabungan TNI dan Polri bahu-membahu secara bersama, tidak hanya menjaga garis keamanan, tetapi juga ikut serta dalam proses pemulihan psikologis masyarakat di lokasi konflik.

Keberhasilan IMS meredam konflik dalam waktu singkat pasca-tragedi pembakaran rumah tersebut menjadi sorotan nasional. Rahasia di balik kepatuhan warga terhadap arahannya—meski di tengah suasana duka—terletak pada tingginya tingkat kepercayaan publik (public trust).
Masyarakat menghormati IMS karena profesionalisme dan rekam jejak pengabdian yang nyata melalui berbagai pilar pembangunan:

Setelah melalui maraton dialog tanpa henti selama empat hari untuk mengobati luka sosial, prosesi perdamaian akhirnya mencapai puncaknya pada 7 April 2026.
Di depan halaman Gereja Sibenpopo, para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemuda dari kedua desa duduk bersama dalam suasana penuh haru bersama Bupati IMS.
Pemilihan lokasi ini menjadi simbol kuat akan kembalinya rasa toleransi dan persaudaraan yang sempat terkoyak.

Di hadapan rakyat yang dicintainya, IMS menekankan bahwa meski rumah bisa dibangun kembali, persaudaraan yang retak jauh lebih sulit dipulihkan jika tidak diikat dengan rasa saling memaafkan.
“Rakyat mau mendengar Pak Ikram karena mereka merasakan langsung hasil kerjanya. Beliau pemimpin yang dekat dengan rakyat dan sangat dicintai, sekolah gratis bagi anak-anak kami, dan layanan kesehatan yang kami terima,” ungkap Gabriel Matahari tokoh masyarakat Sibenpopo.
Keberhasilan ini menasbihkan Ikram M. Sangadji sebagai figur kepala daerah yang mampu menyeimbangkan profesionalisme birokrasi dengan kedekatan emosional kepada rakyat.

Ia membuktikan bahwa konflik sosial, bahkan yang telah mengakibatkan kerugian materi dan korban jiwa, dapat diselesaikan dengan dialog dari hati ke hati, pemenuhan hak-hak dasar dan kehadiran pemimpin yang jujur serta mengayomi.
Kini, kehidupan di Banemo dan Sibenpopo mulai menapaki babak baru pemulihan. Dengan bantuan pemerintah daerah dan kolaborasi seluruh pihak, puing-puing rumah yang terbakar mulai dibersihkan untuk dibangun kembali seluruhnya oleh Pemda Halteng.
Kedamaian yang dipatri di depan Gereja Sibenpopo menjadi bukti otentik bahwa di bawah kepemimpinan IMS, Halmahera Tengah tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga matang dalam semangat persatuan. (Dano)