x Pulau Seribu Asri

Pengganti Freon Ditemukan, Kulkas dan AC Siap Berubah

waktu baca 3 menit
Senin, 23 Feb 2026 14:07 32 Arthur

Viralterkini.id – Para peneliti kini menemukan teknologi pendinginan baru yang berpotensi menggantikan penggunaan freon dalam sistem kulkas dan AC (air conditioner).

Inovasi ini bisa membawa perubahan besar pada cara kita mendinginkan ruangan dan mempertahankan suhu kompartemen dingin di rumah serta bangunan komersial. 

Freon merupakan nama umum untuk sekelompok bahan pendingin hidrofluorokarbon (HFC) yang selama puluhan tahun digunakan pada kulkas dan AC.

Sayangnya, senyawa ini memiliki potensi pemanasan global (GWP) yang tinggi dan memberi kontribusi terhadap perubahan iklim. 

Masalah Lingkungan Dari Freon dan Refrigeran Kimia Tradisional

Bahan HFC seperti freon secara luas dipakai karena efisiensi dan kemampuannya mendinginkan ruangan dengan cepat.

Namun, senyawa ini juga termasuk gas rumah kaca kuat dan sulit dipecah di atmosfer. Karena itu, banyak negara di dunia kini mengurangi atau melarang penggunaannya secara bertahap. 

Freon sebelumnya menggantikan bahan yang lebih berbahaya seperti CFC, yang dikenal merusak lapisan ozon.

Kini freon sendiri jadi sorotan karena dampaknya terhadap pemanasan global, sehingga dunia mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Teknologi Pendinginan Baru Tanpa HFC

Para peneliti dari beberapa lembaga riset kini mengembangkan teknologi yang tidak memakai HFC sama sekali.

Salah satu pendekatan yang muncul adalah sistem pendinginan yang memanfaatkan proses fisik alternatif, seperti siklus ionokalorik.

Siklus ionokalorik menggunakan material padat yang berubah sifat ketika diberi medan listrik atau ion tertentu untuk menyerap dan melepaskan panas.

Dengan cara ini, panas dapat dipindahkan tanpa perlu gas berbahaya seperti freon. 

Dalam prototipe awal, para peneliti menunjukkan bahwa metode ini mampu menghasilkan efek pendinginan yang konsisten dalam skala laboratorium.

Penelitian ini menonjol karena potensi efisiensi energi dan dampak lingkungan yang jauh lebih kecil dibandingkan sistem kompresor berbasis HFC tradisional. 

Potensi Manfaat Lingkungan dan Industri

Jika teknologi ini berkembang lebih jauh dan bisa diproduksi secara massal, perubahan terhadap industri pendinginan rumah tangga dan komersial dapat terjadi. Kulkas rumah tangga, sistem HVAC di gedung, dan unit AC mobil berpotensi mengalami desain ulang besar.

Teknologi yang lebih bersih ini berpeluang membantu menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus menjaga kinerja pendinginan tetap optimal.

Hal ini penting karena permintaan terhadap AC dan sistem pendinginan diperkirakan akan terus meningkat seiring kenaikan suhu global. 

Dampak Perubahan Bahan Pendingin

Meski belum menggantikan semua sistem pendinginan secara langsung, sejumlah refrigeran alternatif yang lebih ramah lingkungan telah muncul di pasar. Contohnya:

  • R600a (Isobutane), digunakan di kulkas modern karena ODP (Ozone Depletion Potential) sangat rendah dan GWP kecil. 
  • R-454B dan HFO-1234yf, yang kini digunakan pada AC sebagai pengganti freon lama dengan dampak lingkungan lebih rendah. 

Namun, teknologi pendinginan berbasis ionokalorik dan material padat lain bisa jadi lompatan lebih besar karena menghilangkan kebutuhan gas refrigeran sama sekali.

Tantangan dan Tahapan Selanjutnya

Para peneliti mengakui bahwa teknologi ini masih di fase awal. Mereka masih harus menyempurnakan efisiensi, biaya produksi, serta standar keselamatan sebelum bisa dipakai secara luas di rumah atau bangunan komersial.

Uji coba dengan prototipe yang lebih besar, simulasi operasional nyata, dan kerja sama dengan industri manufaktur akan menjadi langkah penting ke depan sebelum teknologi ini siap dipasarkan massal.

Penemuan teknologi pendinginan baru yang tidak bergantung pada freon menjadi harapan besar bagi masa depan industri kulkas dan AC.

Jika berhasil dikembangkan dan diadopsi secara luas, inovasi ini tidak hanya menurunkan emisi gas rumah kaca tetapi juga memberi pilihan yang lebih aman dan berkelanjutan daripada refrigeran kimia konvensional. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

8 hours ago
9 hours ago
9 hours ago
9 hours ago
9 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri