Isyana Sarasvati kembali menandai babak penting dalam perjalanan musikalnya dengan merilis single terbaru berjudul “Babel”, Jumat (6/2/2026). Foto : Isyana Viralterkini.id, Jakarta – Isyana Sarasvati kembali menandai babak penting dalam perjalanan musikalnya dengan merilis single terbaru berjudul “Babel”, Jumat (6/2/2026). Lagu ini menjadi pembuka Bab 4: ABADHI, sekaligus chapter terakhir dari rangkaian konsep besar EKLEKTIKO, proyek ambisius yang merepresentasikan fase paling utuh dalam karier Isyana sejauh ini.
Dirilis di bawah label independen miliknya sendiri, REDROSE Records, “Babel” menjadi langkah awal Isyana menuju album kelimanya yang dijadwalkan lahir pada Mei 2026 mendatang. Single ini hadir dengan balutan genre symphonic metal, memadukan orkestrasi megah, energi metal, serta dinamika musikal yang kaya.
Berbeda dari makna yang kerap diasosiasikan dengan kehancuran, “Babel” justru mengangkat pesan tentang harmoni di tengah disharmoni. Lagu ini menggambarkan dunia yang tampak kacau, penuh perbedaan suara dan bahasa, namun dari sanalah lahir pemahaman, identitas, dan keindahan baru.
“Lewat ‘Babel’, aku ingin menceritakan perjalanan menemukan jati diri dan kesatuan di tengah keragaman, sebuah ruang di mana berbagai suara, bahasa, dan mimpi bertemu, bercampur, lalu menyatu,” ujar Isyana.
Dalam proses penggarapan EKLEKTIKO, Isyana mengaku mengalami perubahan besar, baik sebagai musisi maupun pribadi. Ia merasa lebih dewasa, lebih bebas, dan semakin berani bereksplorasi tanpa membatasi identitas musikalnya. Fase ini juga membawa Isyana pada sisi yang lebih spiritual dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Secara musikal, karakter symphonic metal pada “Babel” dipilih karena selaras dengan pesan lagu yang ramai, variatif, dan penuh dinamika. Proses penciptaannya pun berlangsung secara intuitif, tanpa perhitungan teknis yang kaku. Aransemen lagu ini lahir dari upaya menggambarkan kekacauan yang penuh warna, sekaligus keindahan yang muncul dari chaos tersebut.
Sebagai pembuka Chapter ABADHI, “Babel” menjadi pintu masuk menuju fase penyatuan dalam semesta EKLEKTIKO. ABADHI dimaknai sebagai proses menerima dan merangkul seluruh perjalanan hidup—jatuh dan bangun, terang dan gelap, pasang dan surut—sebagai satu kesatuan yang utuh.
Di tengah dunia yang semakin bising dan terfragmentasi, “Babel” hadir sebagai pengingat bahwa dalam setiap dinamika kehidupan, selalu ada makna dan kebaikan yang bisa dipetik. Isyana menegaskan bahwa ia tidak menciptakan lagu ini dengan target pendengar tertentu.
“Siapa pun yang pesannya sampai dan beresonansi, aku berharap mereka bisa merasa dipeluk, tanpa batasan gender, latar belakang, atau status apa pun,” tutupnya.
Chapter ABADHI akan menjadi gerbang terakhir dari semesta EKLEKTIKO, yang pada akhirnya akan bermuara pada perilisan album kelima Isyana Sarasvati pada Mei 2026. (ma)
Tidak ada komentar