Viralterkini.id, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa dibawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ingin Indonesia melebarkan sayap di berbagai forum-forum dunia. Diantaranya yang terbaru adalah membawa Indonesia masuk ke dalam forum negara-negara berkembang Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan atau dikenal dengan BRICS.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya sebagai utusan khusus Presiden Republik Indonesia untuk mengumumkan niat Indonesia untuk bergabung dengan BRICS dan menjadi anggotanya,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pidatonya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, dikutip Senin (28/10/2024).
BRICS merupakan singkatan dari lima negara berkembang yang memiliki pengaruh, kelima negara tersebut diantaranya Brasil, Rusia, Indoa, China dan Afrika Selatan. BRICS pada hakekatnya bertujuan untuk memperkuat suara negara-negara berkembang dihadapan dominasi-dominasi negara maju atau Global South.
Pada 2001, ekonom Goldman Sachs, Jim O’Neill, menggunakan singkatan BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China) dalam laporan yang memprediksi empat negara itu bakal menjadi kekuatan ekonomi utama pada tahun 2050.
Brasil, Rusia, India, dan China kemudian mengadakan KTT pertama mereka di Yekaterinburg, Rusia pada tahun 2009.
Afrika Selatan bergabung dengan BRIC pada tahun 2010 dan mulai berpartisipasi secara penuh dalam KTT pada tahun 2011—sehingga namanya berubah menjadi BRICS.
Pada 2013, O’Neill—“penemu” istilah BRIC— tidak menyetujui bergabungnya Afrika Selatan dari segi kemampuan ekonomi. Meskipun begitu, keberadaan Afrika Selatan menjadi representasi dari wilayah Afrika.
Dalam keterangan resminya Sugiono menyebutkan Indonesia melihat prioritas BRICS selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih.
Dirinya menambahkan Indonesia ingin mengangkat kepentingan bersama negara-negara berkembang atau Global South melalui BRICS.
“Kita lihat BRICS dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama Global South,” katanya.
Walaupun pertemuan BRIC pada awalnya lebih untuk menyoroti kesempatan investasi, BRICS kemudian berubah menjadi blok geopolitik—dengan tujuan memperkuat suara negara-negara berkembang.
Kelompok ekonomi itu memandang keputusan-keputusan penting di dunia seringkali didominasi oleh negara-negara maju, seperti AS dan Barat.
Negara-negara BRICS ingin meningkatkan kerjasama ekonomi antarnegara—termasuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan pembangunan infrastruktur.
Selain Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, saat ini negara anggota BRICS adalah Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab. Empat negara terakhir resmi bergabung sebagai negara anggota BRICS pada Januari 2024.
“Namun kita juga melanjutkan keterlibatan atau engagement kita di forum-forum lain, sekaligus juga terus melanjutkan diskusi dengan negara maju.” Katanya.
Di sisi lain, Sugiono menekankan Indonesia tetap akan melanjutkan keterlibatan di forum-forum lain dan melanjutkan diskusi dengan negara maju.(bc)
Tidak ada komentar