x Pulau Seribu Asri

Garudayaksa FC Menang Heroik Meski Kekurangan Pemain

waktu baca 4 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 23:24 18 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Komentar Coach Widodo Cahyono Putro (WCP) usai pertandingan antara Garudayaksa FC melawan PSMS Medan menjadi sorotan setelah timnya tetap meraih kemenangan meski harus bermain dengan 10 pemain.

Laga yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (11/4/2026), berlangsung sengit dan penuh dinamika, terutama setelah insiden kartu merah di peretengahan babak pertama.

Pelatih Garudayaksa FC, Widodo Cahyono Putro, mengungkapkan rasa syukur atas hasil positif yang diraih timnya.

Namun demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah catatan penting yang harus segera dievaluasi, khususnya terkait kontrol emosi pemain di lapangan.

“Hasil ini patut kita syukuri, meskipun ada beberapa catatan yang harus terus kita evaluasi untuk perbaikan. Terutama mengenai emosi pemain yang bisa merugikan tim karena kartu,” ujar Widodo dalam konferensi pers usai pertandingan.

Menurut Widodo, insiden kartu yang diterima salah satu pemainnya, Gigis, menjadi pelajaran berharga bagi tim.

Ia menyebut, sebelumnya sudah ada kesepakatan internal agar para pemain menghindari kartu, baik kuning maupun merah, demi menjaga stabilitas permainan.

“Tadi ada Gigis, di mana kami sudah sepakat tidak ada kartu kuning maupun merah, tapi dia tetap terkena kartu kuning yang berujung kartu merah. Ini harus jadi evaluasi serius,” katanya.

Widodo juga menyoroti peran teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang kini membuat setiap pelanggaran lebih mudah terpantau.

Ia menilai pemain harus lebih disiplin dan tidak lagi mengandalkan kebiasaan lama yang cenderung permisif terhadap pelanggaran kecil.

“Sekarang kita tidak bisa seperti dulu. Ada VAR yang bisa melihat detail gerakan tambahan, meskipun tidak sengaja. Semua tetap terlihat. Jadi saya berharap ke depan pemain lebih dewasa dalam bermain,” tegasnya.

Secara taktik, Widodo menjelaskan bahwa Garudayaksa FC sebenarnya sudah menjalankan rencana permainan dengan baik di awal pertandingan. Namun, situasi berubah drastis setelah kartu merah memaksa timnya menyesuaikan strategi.

“Game plan di awal babak berjalan bagus. Tapi setelah kartu merah, kami harus mengubah strategi, dan itu hal yang normal dalam sepak bola,” jelasnya.

Usai pemainnya mendapatkan kartu merah dan harus bermain dengan 10 pemain, Widodo langsung menginstruksikan perubahan formasi menjadi 4-4-1 guna memperkuat lini pertahanan. Strategi ini diterapkan untuk mengamankan keunggulan sekaligus memanfaatkan peluang serangan balik.

“Dengan kekurangan pemain, kami lebih prioritas bertahan dan mengandalkan counter attack. Alhamdulillah pemain bisa menjalankan instruksi dengan baik,” tambahnya.

Meski menghadapi tekanan, Garudayaksa FC mampu mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.

Widodo pun memberikan apresiasi kepada para pemain atas kerja keras dan semangat juang yang ditunjukkan di lapangan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak yang telah berjuang dan bisa memenangkan pertandingan,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan pemain Garudayaksa FC, Benny, juga menyampaikan hal senada. Ia menegaskan bahwa sejak awal tim sudah berkomitmen untuk meraih tiga poin dalam laga tersebut.

“Kita semua berjuang dari awal dan sepakat harus mendapatkan tiga poin. Alhamdulillah, meski kehilangan satu pemain di penghujung babak pertama, kita tetap bisa menang,” ujar Benny.

Ia mengakui bahwa kondisi bermain dengan 10 pemain sempat membuat tim kesulitan, terutama dalam mengimbangi permainan lawan. Namun, kerja sama tim dan disiplin dalam menjalankan strategi menjadi kunci keberhasilan.

“Itu memang sempat membuat kita kewalahan. Tapi syukur, kita bisa melewati situasi itu dan tetap memenangkan pertandingan,” katanya.

Kemenangan ini menjaga posisi Garudayaksa FC tetap berada di jalur persaingan papan atas dan menjadi pemuncak klasemen sementara Liga 2 Championship. Kendati demikian, Widodo menegaskan bahwa timnya tidak boleh bergantung pada hasil pertandingan lain.

Menanggapi laga lain antara Adhyaksa dan Persiraja yang berlangsung sehari setelahnya, Widodo mengaku berharap hasil yang menguntungkan. Namun, ia menekankan bahwa fokus utama tetap pada performa tim sendiri.

“Soal pertandingan lain, tentu kita berharap hasil yang baik untuk kita. Tapi kembali lagi, yang penting kita tetap kerja keras sendiri. Kalau mau tetap di jalur atas, kita harus konsisten,” ujarnya.

Dengan kemenangan ini, Garudayaksa FC menunjukkan karakter kuat sebagai tim yang mampu bertahan dalam tekanan.

Namun, evaluasi terhadap disiplin pemain menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika ingin terus bersaing di papan atas klasemen. (ma).

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri