Kredit Foto: Commbank.com Viralterkini.id – Commonwealth Bank Australia akan memangkas sekitar 300 karyawan seiring peluncuran program pengembangan sumber daya manusia bertajuk Future Workforce. Program ini bertujuan menyiapkan tenaga kerja menghadapi era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Finance Sector Union (FSU) menyatakan CEO Commonwealth Bank, Matt Comyn, memperkenalkan kebijakan tersebut pada Selasa (24/2/2026). Mayoritas karyawan terdampak berasal dari divisi teknologi.
Namun, keputusan ini muncul setelah bank mencatat laba semesteran lebih dari US$5 miliar atau sekitar Rp84,12 triliun. Karena itu, FSU menilai langkah PHK tidak sejalan dengan kondisi keuangan perusahaan yang kuat.
Selain menolak PHK sepihak, FSU mendesak manajemen bank menyediakan kesempatan relokasi kerja bagi para karyawan terdampak. Serikat pekerja juga meminta perusahaan membuka program pelatihan secara serius.
“Penerapan AI tidak boleh menghilangkan pekerjaan yang aman,” tegas FSU dalam pernyataan tertulis.
Sebelumnya, pada tahun lalu, Commonwealth Bank juga memberhentikan 45 karyawan setelah mengembangkan sistem chatbot yang menggantikan sebagian fungsi pekerjaan mereka.
Oleh sebab itu, FSU menilai kebijakan terbaru ini melanjutkan tren pengurangan tenaga kerja akibat otomatisasi.
Melalui program Future Workforce, Commonwealth Bank mengalokasikan dana sebesar A$90 juta atau sekitar US$64 juta (Rp1,07 triliun).
Program ini bertujuan memetakan kesenjangan keterampilan karyawan sekaligus menyiapkan mereka untuk posisi baru yang dibutuhkan dalam sistem kerja berbasis AI.
Matt Comyn menyatakan inisiatif tersebut dapat mempercepat pertumbuhan karier pegawai di lingkungan Commonwealth Bank.
Sementara itu, Comyn menegaskan perusahaan dan pekerja harus bersiap menghadapi masa depan yang semakin dipengaruhi teknologi.
Menurutnya, AI akan mengubah cara kerja sektor perbankan secara mendasar. Karena itu, Australia harus mampu menguasai teknologi baru agar tetap kompetitif.
“Teknologi akan memainkan peran yang jauh lebih besar. Kita harus siap menghadapi perubahan itu sejak sekarang,” ujarnya.
Dengan demikian, transformasi ini mencerminkan tantangan industri perbankan global dalam menyeimbangkan efisiensi digital dan perlindungan tenaga kerja. (**)
Tidak ada komentar