x Viralterkini

IRGC Ancam Kapal yang Bekerja Sama dengan AS, Klaim Tanker Ketiga Terbakar di Selat Hormuz

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Okt 2026 10:13 38 Rainy Bintang

Viralterkini.id, Jakarta — Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan kapal komersial dan tanker minyak agar tidak bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz dan Teluk Persia. IRGC menyatakan kerja sama tersebut akan menghadapi respons tegas.

Peringatan itu disampaikan pada Senin (12/10/2026), bersamaan dengan klaim IRGC bahwa sebuah kapal tanker super terbakar setelah terkena serangan di Selat Hormuz pada pagi hari. Menurut IRGC, peristiwa tersebut merupakan insiden ketiga yang melibatkan kapal tanker dalam dua hari.

Dalam pernyataan kantor hubungan masyarakatnya, Angkatan Laut IRGC menuding kapal tersebut mematikan sistem navigasi dan mengabaikan peringatan sebelum berupaya keluar dari selat. IRGC juga menuduh kapal itu mengganggu ketertiban serta keamanan pelayaran.

Namun, pernyataan tersebut tidak mengungkap nama kapal, negara bendera, perusahaan operator, maupun cara kapal itu diserang. Rincian tersebut membuat identitas kapal dan penyebab kebakarannya belum dapat dipastikan dari keterangan IRGC saja.

Dalam pernyataan yang dikutip Press TV pada bahan pemberitaan, IRGC turut melontarkan sebutan “teroris” dan “penjarah” kepada militer AS. Sebutan tersebut merupakan tudingan pihak IRGC.

Rentetan Insiden dan Klaim Iran

Berdasarkan keterangan IRGC dalam bahan pemberitaan, sebuah kapal tanker super sebelumnya dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran di ruang mesin pada Minggu. Iran menyebut kapal tersebut menabrak ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz ketika berupaya melintas dengan membawa minyak mentah.

Bahan yang sama juga memuat laporan mengenai kebakaran tanker pada hari sebelumnya serta tindakan terhadap kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) pada 9 Oktober. IRGC menuding kapal-kapal tersebut melewati jalur yang tidak diizinkan.

Keterangan mengenai penyebab insiden dan dugaan pelanggaran kapal-kapal itu masih bersumber dari pihak Iran.

Secara terpisah, badan pemantau keamanan maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), melaporkan adanya informasi mengenai sebuah tanker yang terkena proyektil tak dikenal saat bergerak keluar melalui Selat Hormuz. Laporan tersebut belum dengan sendirinya memastikan bahwa kapal yang dimaksud merupakan tanker yang disebut dalam pernyataan terbaru IRGC.

Rangkaian laporan tersebut menambah kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Ancaman terhadap kapal komersial juga memperbesar ketidakpastian bagi operator yang menggunakan jalur strategis tersebut.

Penjelasan lebih lanjut mengenai identitas kapal, kondisi awak, dan tingkat kerusakan masih diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai insiden yang diklaim IRGC. (rby)

5 Poin Penting

  1. IRGC mengeluarkan ancaman tegas terhadap kapal komersial dan tanker minyak yang bekerja sama dengan militer AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia.
  2. Iran mengklaim tanker ketiga terbakar dalam dua hari, dengan insiden terbaru disebut terjadi pada Senin, 12 Oktober 2026.
  3. Kapal dituding mengabaikan peringatan dan mematikan navigasi. Tuduhan tersebut berasal dari pernyataan IRGC.
  4. Identitas dan penyebab pasti insiden belum jelas. IRGC tidak menyebut nama kapal, bendera, operator, atau cara kapal terbaru itu diserang.
  5. Keamanan pelayaran menjadi sorotan. UKMTO juga melaporkan tanker terkena proyektil tak dikenal, tetapi keterkaitannya dengan klaim terbaru IRGC belum dipastikan.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini