Viralterkini.id,TANGERANG – Kenyamanan rumah masih menjadi kebutuhan yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Laporan IKEA Life at Home Report 2026 mencatat, 86 persen responden global menganggap kenyamanan sebagai hal penting, tetapi hanya 66 persen yang mengaku merasakannya secara rutin.
Temuan tersebut menjadi salah satu sorotan IKEA Indonesia menjelang usia ke-12 pada 15 Oktober 2026. Sejak membuka toko pertamanya di Alam Sutera pada 2014, perusahaan perabot rumah tangga asal Swedia itu menjadikan kebutuhan kehidupan di rumah sebagai bagian dari pendekatan bisnisnya.
Laporan yang sama menunjukkan, 56 persen responden menginginkan rumah sebagai tempat untuk beristirahat dan melepaskan penat. Angka ini memperlihatkan bahwa fungsi hunian tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, menciptakan rumah yang nyaman tidak selalu mudah. Keterbatasan ruang, kondisi tempat tinggal, serta kemampuan finansial dapat memengaruhi pilihan masyarakat dalam menata hunian. Karena itu, kebutuhan setiap keluarga terhadap perabot dan tata ruang tidak bisa disamaratakan.

Public Relations Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki, mengatakan setiap keluarga memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda. Menurut dia, solusi penataan rumah perlu mempertimbangkan fungsi, desain, dan keterjangkauan agar dapat digunakan sesuai kebutuhan penghuninya.
Memasuki tahun ke-12 operasionalnya di Indonesia, IKEA mengusung tema Wish You All Duabelas. Tema tersebut merupakan permainan kata dari ungkapan wish you all the best yang mengaitkan perjalanan perusahaan dengan harapan baik bagi pelanggan, pekerja, mitra, dan masyarakat.

Perjalanan IKEA di Indonesia berlangsung di tengah kebutuhan hunian yang beragam. Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, misalnya, pengaturan ruang menjadi salah satu pertimbangan penting untuk mengakomodasi berbagai aktivitas dalam area terbatas. Pemilihan furnitur pun tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga fungsi dan efisiensi penggunaan ruang.
Dalam konteks tersebut, tantangan industri perabot rumah tangga bukan sekadar menyediakan produk dengan desain menarik. Kemampuan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nyata konsumen, termasuk dari sisi fungsi dan keterjangkauan, turut menentukan relevansi produk bagi masyarakat.
Peringatan 12 tahun IKEA Indonesia menjadi momentum untuk melihat kembali hubungan antara desain hunian dan kualitas kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, rumah yang nyaman tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan furnitur, melainkan juga oleh bagaimana ruang tersebut mampu memenuhi kebutuhan penghuninya.(DP)