x Pulau Seribu Asri

IKA Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau

waktu baca 4 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 20:23 33 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ketidakpastian ekonomi global, Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) mengambil langkah strategis dengan menginisiasi pembentukan Forum Ekonomi Hijau (FEH). Forum ini akan resmi diluncurkan pada 17 Juni 2026 di Jakarta sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat dialog, gagasan, dan sinergi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Peluncuran FEH menjadi respons terhadap semakin mendesaknya kebutuhan transformasi ekonomi nasional menuju model pembangunan yang lebih ramah lingkungan, inklusif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan global. Forum tersebut akan menghadirkan tokoh nasional, akademisi, pengambil kebijakan, pelaku industri, hingga komunitas masyarakat sipil untuk merumuskan langkah konkret dalam mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia.

Konsep ekonomi hijau sendiri telah menjadi perhatian dunia. United Nations Environment Programme (UNEP) mendefinisikan ekonomi hijau sebagai sistem ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan sumber daya alam. Sementara World Bank memperkenalkan konsep inclusive green growth yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya, minim polusi, dan ketahanan terhadap perubahan lingkungan.

Ketua Dewan Pembina IKA Unpad, Burhanuddin Abdullah, menilai Indonesia tidak memiliki banyak waktu untuk menunda transformasi menuju ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, biaya mempertahankan model pembangunan lama yang eksploitatif saat ini justru lebih besar dibandingkan investasi yang diperlukan untuk beralih ke ekonomi hijau.

“Ekonomi hijau harus dipandang sebagai peluang besar untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru, membuka lapangan kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan bangsa,” ujar Burhanuddin.

Ia menambahkan, kemampuan beradaptasi terhadap ekonomi hijau akan menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing suatu negara di masa depan. Dunia internasional kini semakin menuntut praktik industri dan pembangunan yang rendah karbon, efisien energi, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurut Burhanuddin, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau global, mulai dari kekayaan sumber daya alam, hutan tropis, potensi energi terbarukan, hingga bonus demografi. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan agar proses transformasi tidak berjalan secara parsial.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat IKA Unpad, Yhodhisman Soratha, mengatakan Forum Ekonomi Hijau dibentuk sebagai ruang strategis yang mempertemukan berbagai perspektif untuk merumuskan arah pembangunan Indonesia ke depan.

“Forum Ekonomi Hijau diharapkan menjadi ruang dialog yang terbuka dan produktif antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda. Tantangan keberlanjutan tidak mungkin diselesaikan oleh satu sektor saja,” katanya.

Pada tahap awal, FEH akan berada dalam ekosistem IKA Unpad. Namun ke depan, forum ini diharapkan berkembang menjadi platform independen yang membuka ruang diskusi publik lebih luas terkait kebijakan hijau, inovasi berkelanjutan, dan transformasi ekonomi nasional.

Peluncuran FEH juga akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar, di antaranya Menteri Koperasi RI sekaligus Ketua Umum IKA Unpad Ferry Juliantono, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Lingkungan Hidup RI Jumhur Hidayat, Dewan Pakar Bidang Lingkungan Hidup IKA Unpad Tasdiyanto Rohadi, mantan Rektor UICI Laode Masihu Kamaluddin, serta Head of Economics, Portfolio Alignment & Sustainability Danantara Indonesia Masyita Crystalin.

Ketua Pelaksana Forum Ekonomi Hijau, Ferdian Agustiana, menegaskan bahwa pembahasan ekonomi hijau harus diterjemahkan menjadi langkah-langkah nyata yang dapat diimplementasikan. Menurutnya, tantangan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia saat ini sudah sangat konkret sehingga membutuhkan solusi yang aplikatif dan terukur.

“Ekonomi hijau bukan berarti menghentikan pertumbuhan ekonomi. Justru ini tentang bagaimana pertumbuhan dapat berjalan lebih cerdas, lebih efisien, lebih inklusif, dan tidak menciptakan beban lingkungan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Melalui Forum Ekonomi Hijau, IKA Unpad berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi dan gerakan bersama untuk mewujudkan pembangunan yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) demi keberlanjutan jangka panjang.

Yhodhisman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bangsa ke depan tidak lagi dapat diukur semata-mata dari angka pertumbuhan ekonomi. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global, kemampuan menjaga lingkungan dan kualitas hidup generasi mendatang menjadi ukuran penting bagi masa depan Indonesia.

“Peluncuran forum ini menjadi pengingat bahwa masa depan pembangunan tidak dapat diukur hanya dari angka pertumbuhan ekonomi semata. Keberhasilan sebuah bangsa juga ditentukan oleh kemampuannya menjaga bumi tetap layak dihuni bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri