x Pulau Seribu Asri

PSG Pertahankan Gelar Liga Champions, Taklukkan Arsenal Lewat Drama Adu Penalti

waktu baca 3 menit
Minggu, 31 Mei 2026 10:43 15 M Ary K

Viralterkini.id, BUDAPEST – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan dominasinya di sepak bola Eropa setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions 2025/2026. Les Parisiens mengalahkan Arsenal dengan skor 4-3 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pada final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026).

Keberhasilan ini membuat PSG meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun setelah musim lalu juga keluar sebagai juara. Tim asuhan Luis Enrique pun mengikuti jejak Real Madrid sebagai klub yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions pada era modern kompetisi.

Arsenal tampil mengejutkan dengan membuka keunggulan cepat pada menit keenam. Berawal dari sapuan Marquinhos yang membentur Leandro Trossard, bola jatuh ke kaki Kai Havertz. Penyerang asal Jerman itu melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang tak mampu dihentikan kiper PSG, Matvey Safonov.

Tertinggal satu gol membuat PSG meningkatkan intensitas serangan. Namun rapatnya pertahanan Arsenal membuat sejumlah peluang yang diperoleh Fabian Ruiz, Ousmane Dembele, hingga Desire Doue gagal membuahkan hasil pada babak pertama. Skor 1-0 untuk Arsenal bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSG tampil lebih dominan. Penguasaan bola yang mencapai 76 persen mulai menghasilkan tekanan berbahaya ke pertahanan The Gunners.

Momentum penting datang pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti. Setelah mendapat konfirmasi dari VAR, wasit menunjuk titik putih.

Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penyerang yang juga peraih Ballon d’Or 2025 itu sukses mengecoh David Raya dan mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-65.

PSG terus menekan demi mencari gol kemenangan. Vitinha dan Kvaratskhelia sempat menciptakan peluang emas, bahkan tembakan Kvaratskhelia pada menit ke-77 hanya membentur tiang gawang. Di sisi lain, Arsenal mencoba merespons melalui sejumlah pergantian pemain, termasuk memasukkan Viktor Gyokeres dan Gabriel Martinelli.

Meski kedua tim saling menyerang hingga akhir waktu normal dan babak tambahan 2×15 menit, tak ada gol tambahan yang tercipta. Final pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam drama tos-tosan, PSG tampil lebih tenang. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo berhasil menjalankan tugas sebagai algojo. Sementara satu-satunya kegagalan PSG datang dari Nuno Mendes.

Di kubu Arsenal, hanya Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli yang mampu mencetak gol. Dua eksekutor lainnya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menaklukkan Safonov sehingga PSG memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mempertahankan mahkota juara Eropa.

Kesuksesan ini semakin mengukuhkan PSG sebagai kekuatan baru sepak bola Eropa. Klub asal Prancis tersebut menjadi tim kedua di era Liga Champions modern yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid melakukannya pada periode 2016-2018.

Di bawah arahan Luis Enrique, PSG juga menunjukkan konsistensi luar biasa. Dalam dua musim terakhir, mereka berhasil mengoleksi delapan trofi dari 10 kompetisi yang diikuti dan kini berpeluang menciptakan sejarah baru dengan memburu gelar Liga Champions ketiga secara beruntun musim depan.

Malam bersejarah di Budapest pun menjadi bukti bahwa proyek besar PSG akhirnya membuahkan hasil maksimal. Dari tim yang dulu kerap dianggap gagal di Eropa, kini Les Parisiens menjelma menjadi penguasa baru Liga Champions. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri