Calon Kepala Desa dari wilayah Tepeleo, Tepeleo Batu Dua, dan Pantura Jaya berfoto bersama usai menyepakati pakta integritas pengelolaan sampah dalam diskusi “Tausiyah Hijau” di Biblel Coffee, Halmahera Tengah, Rabu (25/3). Foto: dok. Biblel
ViralTerkini.id, HALTENG – Isu lingkungan hidup kini menjadi “panggung ujian” bagi para calon pemimpin di tingkat desa. Dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Tausiyah Hijau: Bedah Visi Calon Kepala Desa”, para kandidat dari tiga desa di wilayah Tepeleo secara resmi menyepakati pakta integritas terkait komitmen pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Biblel Coffee, Desa Tepeleo Batu Dua, Rabu malam (25/3) ini diinisiasi oleh Komunitas Biblel dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Tepeleo (IPMA) Jabodetabek.
Acara ini menghadirkan para Calon Kepala Desa (Cakades) dari Desa Tepeleo, Desa Tepeleo Batu Dua, dan Desa Pantura Jaya untuk memaparkan solusi konkret atas krisis limbah di wilayah mereka.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menghasilkan empat rekomendasi strategis yang disepakati oleh seluruh kandidat untuk dijalankan jika terpilih nanti:
Koordinator Biblel, Fikra Majid, menjelaskan bahwa Tausiyah Hijau adalah bentuk nyata dari politik gagasan. Meski sempat tertunda karena kendala cuaca, antusiasme warga dan komitmen para calon pemimpin tidak surut.
“Kami ingin memastikan bahwa isu lingkungan bukan sekadar pelengkap visi-misi, melainkan agenda prioritas pembangunan desa. Para calon kades bahkan menyatakan siap untuk ditagih komitmennya setelah mereka menjabat nanti,” tegas Fikra.
Acara yang dipandu oleh moderator Melisa Sondak ini dihadiri oleh deretan Cakades potensial, di antaranya Nirwan Salim, Djohan Hi. Jumati, Bahri Hi. Ahmad, Hi. Hasyim Sandin (Desa Tepeleo); Mursalin Hamid, Iksan Ishak, Habibi Muhammad (Desa Pantura Jaya); serta Waggas Hi. Muhammad dan Hi. Jamrud A. Rahman (Desa Tepeleo Batu Dua).
Melalui pakta integritas ini, masyarakat berharap agar pengelolaan sampah dapat bertransformasi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan. Keterlibatan aktif lebih dari 10 penanya dari unsur warga menunjukkan bahwa kesadaran ekologis di tingkat desa telah meningkat pesat.
Inisiatif Tausiyah Hijau ini diharapkan menjadi role model bagi daerah lain dalam pelaksanaan Pilkades yang lebih substansial, di mana kualitas pemimpin diukur dari keberpihakannya pada kelestarian lingkungan hidup. (Dano)