x Pulau Seribu Asri

Fitch Ubah Outlook Utang Indonesia Jadi Negatif, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Ekonomi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 11:59 18 M Ary K

Viralterkiniid, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar menanggapi peringatan dari lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings yang merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendesak pemerintah segera mengevaluasi dan merombak kebijakan ekonomi guna menghindari potensi keluarnya modal serta membengkaknya beban bunga utang negara.

Menurut Marwan, perubahan outlook tersebut bukan sekadar catatan teknis, melainkan sinyal serius terkait kelayakan fiskal Indonesia di mata investor global.

“Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh. Stabilitas kebijakan adalah faktor kunci. Jika kepercayaan investor runtuh, biaya pinjaman negara akan meroket dan pembayaran bunga utang akan memakan ruang fiskal kita,” ujar Marwan di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Defisit Anggaran Diproyeksikan Naik
Dalam laporannya, Fitch memproyeksikan defisit anggaran Indonesia pada 2026 dapat mencapai 2,9 persen dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari target pemerintah yang dipatok sekitar 2,7 persen.

Tekanan tersebut diperkirakan muncul akibat perlambatan penerimaan negara di tengah rencana peningkatan belanja sosial pemerintah.

Salah satu faktor yang disorot adalah pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diperkirakan dapat menyerap anggaran hingga sekitar 1,3 persen dari PDB.

Jangan Korbankan Disiplin Fiskal

Marwan mengingatkan agar berbagai program yang bersifat populis tidak sampai mengorbankan disiplin fiskal yang selama ini dijaga pemerintah.

Menurut mantan Menteri Desa itu, program kesejahteraan masyarakat memang penting, tetapi harus disertai perencanaan fiskal yang matang agar tidak menimbulkan tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

“Program strategis untuk kesejahteraan memang penting, tetapi tanpa perencanaan fiskal yang matang, program tersebut justru bisa menjadi beban yang mengganggu stabilitas ekonomi nasional,” tegasnya.

Risiko pada Pasar Keuangan
Marwan juga menilai jika pemerintah tidak segera merespons sinyal dari Fitch, dampak beruntun bisa muncul di pasar keuangan. Risiko tersebut antara lain meningkatnya volatilitas nilai tukar hingga melambatnya arus investasi asing ke sektor riil.

Karena itu, ia mendorong penguatan koordinasi antara kebijakan fiskal yang dijalankan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia guna menjaga kredibilitas ekonomi nasional.

“Jangan tunggu sampai peringkat kita benar-benar turun. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan diukur dan tidak merusak kesehatan APBN,” pungkas Marwan. (bn)

INSTAGRAM

4 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri