x Pulau Seribu Asri

Melania Trump Bicara Perlindungan Anak di PBB, Iran Kritik Keras

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Mar 2026 03:38 5 Arthur

Viralterkini.id – Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, memimpin pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) pada Senin (2/3/2026). Ia menyoroti penyebab penderitaan anak-anak yang terjebak dalam konflik bersenjata.

Pertemuan itu berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran sejak akhir pekan lalu.

Para duta besar dari seluruh anggota Dewan Keamanan, termasuk Rusia dan China, menghadiri sidang tersebut. Melania mewakili Amerika Serikat saat negara itu memegang kepresidenan bergilir bulanan Dewan Keamanan.

Hormati Prajurit AS dan Tekankan Pentingnya Perdamaian

Melania membuka sidang dengan memukul palu upacara dan mengucapkan terima kasih kepada Inggris atas kepemimpinannya selama sebulan sebelumnya. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada anggota militer AS yang gugur dalam konflik dengan Iran.

“Kepada keluarga yang kehilangan pahlawan mereka, keberanian dan dedikasi para prajurit akan selalu dikenang,” ucapnya di hadapan peserta sidang, seperti dikutip Bangkok Post.

Ia menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat tercapai jika masyarakat menghargai pengetahuan dan pemahaman.

“Masyarakat yang dipimpin oleh kebijaksanaan akan hidup lebih damai,” katanya.

Iran Kecam Kepemimpinan AS di Dewan Keamanan

Menjelang pertemuan, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mengkritik langkah Amerika Serikat.

Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai tindakan munafik karena berlangsung setelah serangan AS–Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 165 siswi dan guru.

Tak lama kemudian, Melania menyampaikan pernyataan singkat tentang solidaritas global.

“Amerika Serikat berdiri bersama semua anak di dunia. Saya berharap perdamaian segera datang untuk kalian semua,” ujarnya tanpa menyebut langsung konflik Timur Tengah.

Sambutan Positif dari Negara Anggota

Sejumlah negara menyambut kepemimpinan Melania dengan sikap positif. Duta Besar Yunani, Aglaia Balta, mengucapkan terima kasih kepadanya. Perwakilan Prancis bahkan membandingkannya dengan mantan Ibu Negara AS dan aktivis HAM, Eleanor Roosevelt.

Rusia juga menyampaikan pujian secara diplomatis dan menghindari penyebutan langsung soal Iran. Bahrain menjadi satu-satunya sekutu dekat Washington yang menyinggung konflik tersebut secara terbuka.

Saat menutup sidang dua jam itu, Melania menyampaikan harapan agar para anggota Dewan Keamanan terus menjaga stabilitas dunia.

“Saya berharap kalian semua memiliki kekuatan dan tekad untuk menjaga perdamaian dan keamanan global,” ujarnya.

Pertama Kali Ibu Negara Pimpin Dewan Keamanan

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengonfirmasi bahwa Melania menjadi ibu negara pertama yang memimpin pertemuan Dewan Keamanan dalam sejarah PBB.

Amerika Serikat memegang kepresidenan bergilir Dewan Keamanan untuk bulan Maret.

Sebelumnya, Melania aktif menyuarakan pembebasan anak-anak Ukraina yang diculik Rusia. Namun, Ibu Negara Turki mengkritiknya karena tidak bersuara atas kematian lebih dari 20.000 anak Palestina dalam konflik Gaza.

PBB Apresiasi Peran Melania

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo, memuji kontribusi Melania.

Ia menilai Melania berhasil meningkatkan perhatian dunia terhadap nasib anak-anak di wilayah konflik, terutama dalam upaya reunifikasi anak-anak Ukraina dengan keluarganya.

Hubungan AS dan PBB Kian Tegang

Ketegangan politik dan keuangan antara Amerika Serikat dan PBB terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Washington sebagai penyumbang utama anggaran PBB merasa tidak puas dengan peran lembaga tersebut.

Sejumlah analis menilai Presiden AS, Donald Trump, berencana membentuk forum alternatif bernama “Dewan Perdamaian”. Forum itu menggelar pertemuan pertamanya di Washington bulan lalu.

Dalam forum tersebut, Trump kembali menyatakan bahwa PBB gagal menjalankan misinya.

AS Masih Menunggak Miliaran Dolar

Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump menarik dukungan dari beberapa lembaga utama PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia.

PBB baru meluncurkan program reformasi. Beberapa hari lalu, Amerika Serikat membayar 160 juta dolar AS untuk anggaran reguler organisasi tersebut setelah tidak membayar apa pun sepanjang 2025.

Meski begitu, AS masih menunggak sekitar 4 miliar dolar AS untuk anggaran reguler dan misi penjaga perdamaian. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memperingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu krisis keuangan serius bagi organisasi dunia tersebut. (**)

INSTAGRAM

14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri