x Pulau Seribu Asri

Iran Tembakkan Rudal ke Negara Teluk, Satu Orang Tewas

waktu baca 4 menit
Minggu, 1 Mar 2026 05:00 15 Arthur

Viralterkini.id – Iran menembakkan rudal dan drone ke beberapa kota di kawasan Teluk Arab pada Sabtu (28/2/2026), menyebabkan ledakan hebat, getaran jendela, dan kepanikan di tengah warga yang biasanya menikmati Ramadan.

Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan seorang warga sipil Pakistan tewas akibat reruntuhan di Abu Dhabi. Sementara itu, asap dan api muncul di Palm Jumeirah, Dubai, setelah sebuah bangunan rusak terkena serangan.

Serangan Menjangkau Beberapa Negara Teluk

Saudi Arabia melaporkan serangan terjadi di Riyadh dan kawasan Timur. Qatar, Bahrain, dan Kuwait juga menjadi target Iran sebagai balasan atas serangan udara gabungan AS-Israel yang diluncurkan lebih awal.

Amerika Serikat memiliki pangkalan militer di beberapa negara Teluk dan sebelumnya kerap mengancam akan menargetkannya. Rudal-rudal Iran melesat di langit Teluk, banyak yang berhasil dicegat, memaksa warga mencari perlindungan.

Pemimpin kawasan mengecam serangan itu dan melakukan serangkaian panggilan darurat tingkat tinggi. Garda Revolusi Iran mengklaim semua pangkalan AS di kawasan telah terkena “pukulan keras rudal Iran” dan operasi akan berlanjut.

Dubai dan Abu Dhabi: Panik di Kota Besar

Di Dubai, lima ledakan terdengar pada sore hari. Warga melihat rudal melesat di langit, meninggalkan jejak api dan asap. Empat orang luka-luka akibat serangan di Palm Jumeirah, salah satu landmark terkenal Dubai.

Di Abu Dhabi, ledakan terdengar di berbagai titik. Warga menerima peringatan untuk berlindung di bangunan aman dan menjauh dari jendela. Pesawat tempur terbang di atas Yas Island.

Gelombang rudal kedua berhasil dicegat, meski pecahannya jatuh di beberapa lokasi seperti Saadiyat Island, Khalifa City, Bani Yas, Mohamed bin Zayed City, dan Al Falah tanpa menimbulkan korban.

Pemerintah UEA memastikan pasokan makanan dan kebutuhan pokok tetap aman, rantai pasok berjalan normal, dan cadangan strategis mencukupi. Otoritas menegaskan warga tidak perlu panic buying.

Bahrain: Pangkalan US Fifth Fleet Jadi Target

Bahrain mengonfirmasi serangan di wilayahnya, termasuk pusat layanan US Fifth Fleet. Tiga gedung hunian di Manama rusak akibat serangan drone dan reruntuhan rudal yang dicegat.

Warga di sekitar pangkalan segera dievakuasi. Kedutaan AS di Bahrain diumumkan tutup pada Minggu, sementara sekolah dan universitas beralih ke pembelajaran jarak jauh hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Qatar: Rudal Iran Dicegat

Di Qatar, militer berhasil mencegat rudal Iran sebelum mencapai wilayah daratan. Beberapa gelombang ledakan terdengar di ibu kota Doha. Setelah peringatan kedutaan AS, warga awalnya tetap beraktivitas. Namun ketika pemerintah mengirim peringatan shelter-in-place via ponsel, jalanan menjadi sepi dan lalu lintas menipis.

Al-Udeid, pangkalan udara utama Qatar, menampung markas CENTCOM dan pasukan operasi khusus AS. Sebelumnya pada Juni 2025, Iran pernah menembakkan rudal ke Al-Udeid sebagai balasan atas serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.

Kuwait: Tentara dan Infrastruktur Terkena Dampak

Tiga tentara Kuwait luka-luka akibat pecahan rudal di Ali Al-Salem Air Base. Sebelumnya, kementerian kesehatan melaporkan 12 orang cedera akibat serangan. Bandara internasional Kuwait juga terkena dampak ringan, menimbulkan beberapa luka ringan.

Kolonel Saud Al-Atwan menjelaskan bahwa rudal dan drone dicegat oleh sistem pertahanan udara, namun pecahan rudal jatuh di beberapa titik menyebabkan kerusakan materiil ringan.

Upaya Diplomasi: Oman dan Yordania Serukan Gencatan Senjata

Oman, mediator dalam perundingan AS-Iran, mendesak semua pihak menghentikan serangan segera. Pemerintah Oman menekankan konsekuensi serius jika konflik meluas dan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat untuk memaksakan gencatan senjata.

Yordania juga menyerukan penghentian eskalasi tetapi menegaskan akan membela kedaulatannya “dengan seluruh kemampuan”. Juru bicara pemerintah Mohammad Momani menegaskan Yordania tidak terlibat konflik regional dan menegakkan pertahanan jika diperlukan.

Militer Yordania berhasil mencegat 13 rudal balistik dan sejumlah drone yang menargetkan wilayahnya. Operasi tersebut menimbulkan kerusakan materiil tetapi tanpa korban. Pertahanan sipil dan polisi merespons 12 laporan reruntuhan di provinsi Amman, Zarqa, Jerash, Madaba, dan Irbid antara pagi hingga siang.

Dampak dan Kesiapan

Serangan Iran menimbulkan kepanikan, terutama di kota-kota besar Teluk, meski sistem pertahanan berhasil mengurangi korban jiwa. Pemerintah setempat menegaskan kesiapan penuh sektor vital dan memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

Krisis ini menambah ketegangan di Timur Tengah, menegaskan risiko eskalasi konflik regional akibat serangan balasan Iran terhadap operasi militer AS dan Israel. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
21 hours ago
21 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri