Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) II PCNU Halmahera Tengah di Weda, Jumat (24/1/2026).Foto : Dok Kominfo Halteng) Viralterkini.id, WEDA – Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar organisasi keagamaan biasa, melainkan pilar strategis dalam menyokong pembangunan daerah. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) II PCNU Halmahera Tengah di Weda, Jumat (24/1/2026).
Lantas, apa yang membuat NU dianggap begitu krusial bagi masa depan Halmahera Tengah?
1. Penjaga Stabilitas Sosial dan Ukhuwah
Dalam sambutannya, Ahlan Djumadil menyebutkan bahwa alasan utama NU menjadi pilar strategis adalah peran historis dan konsistensi para kiai serta ulama dalam membimbing umat. NU dinilai berhasil membangun ukhuwah (persaudaraan) yang kokoh, yang menjadi fondasi stabilitas keamanan di Bumi Fagogoru.
“Nahdlatul Ulama memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Di Halmahera Tengah, peran NU dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara sangat nyata,” ujar Ahlan di hadapan jajaran Pengurus Wilayah NU Maluku Utara dan unsur Forkopimda.
2. Sinergi di Luar Sektor Religi
Alasan kedua terletak pada gerak cepat organisasi ini dalam merespons isu-isu kemanusiaan. Senada dengan Wabup, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Halteng, Drs. H. Nurhalis Abubakar, M.H., mengungkapkan bahwa NU selalu hadir di garda terdepan saat masyarakat membutuhkan bantuan, termasuk dalam situasi bencana.
“NU tidak hanya bicara soal agama di dalam masjid, tapi hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Sinergi inilah yang membantu pemerintah daerah mempercepat penanganan masalah sosial,” terang Nurhalis.
3. Mencetak SDM Berkarakter
Lebih lanjut, Pemkab Halteng melihat Konfercab II ini sebagai momentum untuk melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman. Ahlan berharap struktur kepengurusan yang baru dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berpegang teguh pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah—nilai yang mengedepankan moderasi (tawasut) dan toleransi.
“Saya berharap kepengurusan PCNU ke depan menjadi teladan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Jika organisasinya kuat dan berkarakter, maka kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat akan semakin nyata,” pungkasnya. (dano)
Tidak ada komentar