Wakil Bupati Halteng bersama Sekretaris Daerah saat menyerahkan insentif kepada warga penerima manfaat di Desa Were dan Nurweda, Kamis (12/3/2026). Foto: dok. Pemda Halteng
Viralterkini.id, WEDA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk merajut jaring pengaman sosial bagi warganya kini memasuki babak baru. Sepanjang Kamis (12/3/2026), Wakil Bupati bersama Sekretaris Daerah terjun langsung menyambangi Desa Were dan Desa Nurweda Kecamatan Weda untuk memastikan penyaluran insentif tepat sasaran.
Bagi masyarakat, kehadiran para pemangku kebijakan ini bukan sekadar seremoni birokrasi di balai desa. Ini adalah wujud nyata ikhtiar pemerintah daerah dalam memastikan kelompok-kelompok yang selama ini menjadi garda terdepan layanan sosial tidak lagi merasa terpinggirkan dari akses kesejahteraan.
Penerima manfaat hari itu datang dari berbagai latar belakang, mulai dari lansia, yatim piatu, hingga penyandang disabilitas.

Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada kader Posyandu, guru PAUD, dan petugas kebersihan yang menjadi tulang punggung penggerak ekonomi serta kesehatan di tingkat akar rumput.
Kepala Dinas PMD, Mustami Jamal, menyatakan bahwa kecepatan penyaluran ini adalah buah dari koordinasi intensif antarlevel pemerintahan.

Kadis PMD Halteng, Mustami Jamal, (12/03/2026)
“Kami terus mendorong setiap desa agar tidak ada hambatan administrasi, sehingga hak masyarakat, terutama kelompok rentan, dapat segera diterima tanpa harus menunggu lama,” ujarnya.
Data menunjukkan sebanyak 7.987 warga di seluruh kabupaten—termasuk ibu hamil dan menyusui—masuk dalam daftar penerima bantuan. Di Desa Nurweda, misalnya, percepatan administrasi membuat 114 warga telah menggenggam hak mereka lebih awal dibandingkan wilayah lainnya.

Untuk periode Januari hingga April 2026, pemerintah menggulirkan insentif bagi kelompok lansia, janda, yatim piatu, dan penyandang disabilitas. Setiap penerima mendapatkan total bantuan Rp2.000.000 yang bersumber penuh dari APBD Kabupaten Halmahera Tengah.
Perlakuan khusus diberikan bagi ibu hamil dan menyusui melalui skema sharing budget antara kabupaten dan desa. Total insentif mencapai Rp4.000.000, dengan rincian Rp1.000.000 per bulan yang bersumber dari alokasi dana kabupaten dan desa secara proporsional.
Sekretaris Daerah Bahri Sudirman menekankan bahwa momentum penyaluran di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri menjadi oase bagi ekonomi rumah tangga.

Sekretaris Daerah Halteng, Bahri Sudirman, (12/03/2026)
“Kebutuhan di bulan suci tentu meningkat, dan melalui program ini, kami ingin memastikan beban masyarakat sedikit terangkat sehingga mereka bisa menyambut hari raya dengan lebih tenang,” tutur Bahri.
Seorang warga penerima manfaat, Aminah (65), mengaku bantuan ini sangat membantunya untuk memenuhi kebutuhan pokok selama bulan puasa.
“Alhamdulillah, perhatian pemerintah kali ini benar-benar terasa langsung dampaknya bagi kami yang sudah lanjut usia,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Di balik penyerahan amplop insentif, Wakil Bupati Ahlan Djumadil menyisipkan misi besar terkait kesehatan melalui program Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
Langkah preventif ini menjadi kewajiban bagi penerima agar kesejahteraan ekonomi berbanding lurus dengan kualitas kesehatan fisik mereka.
“Bantuan ini adalah hak masyarakat, namun kami titipkan tanggung jawab kesehatan dan kebersihan. Kami ingin ke depan pengelolaan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga agar desa kita lebih sehat dan tertata dari hulu.” Pintahnya.

Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, (12/03/2026)
Menginjak satu tahun masa kepemimpinan, Ahlan Djumadil menutup rangkaian kunjungan dengan catatan kerendahan hati. Ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan pelayanan selama setahun terakhir, sekaligus berjanji untuk terus berbenah demi masa depan Halmahera Tengah yang lebih sejahtera.
Kunjungan itu berakhir dengan penyerahan simbolis yang penuh kehangatan di antara perangkat desa dan masyarakat. Pesannya jelas: di tengah dinamika pembangunan yang kompleks, perhatian pemerintah kini telah menemukan kembali rumahnya di hati warga yang paling membutuhkan.