Kredit Foto: Tempo.co Viralterkini.id – Sebanyak 11 orang hasil operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa malam (3/32026). Penyidik KPK membawa rombongan tersebut dari Pekalongan menggunakan bus berukuran sedang dengan pengawalan mobil patroli Polri.
Pantauan Tempo mencatat rombongan masuk ke halaman kantor KPK sekitar pukul 21.06 WIB. Mereka turun dari bus pada pukul 21.25 WIB secara bergiliran sambil membawa tas ransel dari Pekalongan, Jawa Tengah.
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa 11 orang tersebut merupakan kloter kedua setelah penyidik lebih dulu mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa dini hari.
Budi menyebut satu dari 11 orang itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Selain aparatur sipil negara, KPK juga membawa pihak dari unsur swasta.
“Dari 11 orang yang kami bawa ke KPK, terdapat unsur ASN dan unsur swasta,” ujar Budi.
KPK mengaitkan perkara ini dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Salah satu sektor yang menjadi perhatian penyidik ialah pengadaan outsourcing atau alih daya.
Budi menjelaskan bahwa sejumlah dinas di Pemerintah Kabupaten Pekalongan diduga mengatur dan mengondisikan proses pengadaan. Pola tersebut membuat perusahaan tertentu memenangkan tender.
“Pengaturan itu mencakup pengadaan barang, jasa, serta tenaga pendukung atau outsourcing di beberapa dinas,” kata Budi.
Selain 11 orang yang sudah diamankan, KPK masih memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara ini. Penyidik meminta semua pihak yang terkait agar bersikap kooperatif selama proses hukum berjalan.
“Kerja sama dari pihak-pihak yang kami cari akan membantu proses penanganan perkara agar penyelidikan berjalan efektif,” ujar Budi. (**)