x Pulau Seribu Asri

Ngaji.ai Bertransformasi Jadi Pendamping Ibadah Harian, Siap Sambut Ramadan 1447 H

waktu baca 4 menit
Rabu, 11 Feb 2026 14:47 20 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Menyambut datangnya Ramadan, niat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an hampir selalu terbersit di hati setiap Muslim. Namun di tengah kesibukan pekerjaan, energi yang terbagi, dan ritme hidup yang kian cepat, konsistensi beribadah kerap menjadi tantangan.

Dan ini yang tersirat oleh platform Ngaji.AI yang bertransformasi dan menjadi bagian dari Ibadah kita dalam menyambut Ramadhan 1447 H yang digelar di Agreya Cofee Menteng Jakarta Pusat pada hari Rabu (11/02) yang dihadiri oleh Vanya Sunanto selaku COO Vokal.ai, Fara Abdullah, selaku Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, dan Adithya Zulfan selaku Head of Marketing Vokal.ai.

Foto 1 ngaji
Vanya Sunanto selaku COO Vokal.ai, Fara Abdullah, selaku Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, dan Adithya Zulfan selaku Head of Marketing Vokal.ai. Foto : Viralterkini.id/MAK

Bukan karena kurangnya keinginan, melainkan kebingungan harus mulai dari mana dan bagaimana menjaganya agar tetap berlanjut.

Melihat kebutuhan tersebut, ngaji.ai mengambil peran sebagai pendamping ibadah harian berbasis digital. Berawal dari aplikasi belajar mengaji, kini ngaji.ai bertransformasi menjadi platform yang mendampingi rutinitas ibadah dalam satu genggaman. Hingga Februari 2026, aplikasi ini telah digunakan oleh 403 ribu pengguna, dengan sekitar 39 ribu di antaranya tercatat sebagai pelanggan premium.

Chief Business Development Officer (CBDO) Vokal.ai, Fara Abdullah, menyebut fase ini sebagai momentum penting dalam perjalanan ngaji.ai. Menurutnya, antusiasme pengguna menunjukkan adanya kebutuhan nyata akan pendamping ibadah yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan modern.

“ngaji.ai ingin tumbuh menjadi produk yang matang secara strategi, berdampak nyata dalam penggunaan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman. Banyak orang ingin hidupnya lebih selaras dengan nilai Al-Qur’an, tapi merasa kewalahan. ngaji.ai hadir bukan untuk menghakimi atau membebani, melainkan menemani. Perlahan, konsisten, dan relevan dengan kehidupan hari ini,” ujar Fara.

Dari Belajar ke Menjalani
Seiring waktu, pertumbuhan ngaji.ai tidak hanya tercermin dari jumlah pengguna, tetapi juga dari tingkat keterlibatan. Rata-rata waktu penggunaan harian mencapai lebih dari tujuh menit per pengguna—angka yang dinilai signifikan karena menunjukkan aplikasi ini menjadi bagian dari rutinitas ibadah sehari-hari.

“Ini bukan aplikasi yang dibuka sekali lalu ditinggalkan. Pengguna kembali setiap hari karena merasa ditemani,” kata COO Vokal.ai, Vanya Sunanto. Bersama Head of Marketing Vokal.ai, Adithya Zulfan, ia menilai pendekatan ngaji.ai selaras dengan kebutuhan Muslim modern di Indonesia.

Transformasi aplikasi ini terlihat pada pembaruan tampilan homepage dan penambahan sejumlah fitur baru, seperti Sholat untuk memantau pelaksanaan ibadah wajib, Doa dan Dzikir, serta fitur unggulan Ikhtiar. Melalui Ikhtiar, pengguna diajak memilih satu fokus amalan selama tujuh hari—mulai dari menjaga lisan, disiplin salat tepat waktu, hingga konsisten berdzikir. Setiap fokus dipecah menjadi tugas-tugas kecil yang realistis dan mudah dijalani.

Verti Tri Wahyuni, momfluencer dengan sekaligus pengguna lama ngaji.ai, merasakan manfaat pendekatan tersebut.

“Yang paling berat dari ibadah itu bukan niatnya, tapi konsistensinya. Ikhtiar di ngaji.ai bikin saya merasa tidak sendirian. Target besar dipecah jadi langkah kecil, jadi tidak terasa menekan,” ujarnya.

Menatap 2026 dan Ekspansi Regional
Tahun 2026 dipandang sebagai momentum strategis bagi ngaji.ai. Sejumlah rencana kerja sama dengan institusi bisnis dan pemerintah telah dirintis sejak tahun ini. Dalam jangka panjang, ngaji.ai juga membuka peluang ekspansi ke pasar Asia Tenggara yang memiliki sekitar 290 juta populasi Muslim.

“Kami percaya teknologi AI akan sangat berguna untuk banyak individu dan institusi yang akan kami bangun kerja samanya. Kami melihat peluang besar untuk menghadirkan pendamping ibadah yang memahami konteks budaya, ritme hidup, dan kebutuhan Muslim masa kini di mana pun mereka berada,” kata Fara.

Dampak Sosial yang Lebih Luas
Selain berfokus pada pengalaman personal pengguna, ngaji.ai juga memperluas dampaknya melalui kolaborasi sosial. Salah satu kerja sama jangka panjang dijalankan bersama RumahZakat yang kini memasuki tahun kedua. Kolaborasi ini bermula dari penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina melalui alokasi 25 persen pembelian langganan premium.

“Seiring respons positif dari pengguna, kerja sama tersebut diperluas ke bidang pendidikan, penanggulangan bencana, serta program-program Ramadan,” ungkap Adithya Zulfan.

Di sektor edukasi, ngaji.ai turut bekerja sama dengan institusi pendidikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Bandung. Kolaborasi juga dilakukan bersama komunitas Muslim dan mitra gaya hidup seperti Noore Sport dan One Day One Juz guna memperluas literasi Al-Qur’an di kalangan Muslim urban.

Menyambut Ramadan 1447 H, ngaji.ai mengajak umat Muslim menjadikan bulan suci sebagai awal membangun kebiasaan ibadah yang konsisten dan terstruktur.

“Ramadan bukan hanya puncak, tapi awal. Kini, untuk hidup lebih dekat dengan Al-Qur’an, tidak harus menunggu waktu luang yang sempurna. Cukup membuka genggaman, dan melangkah perlahan, satu ikhtiar pada satu waktu,” pungkas Vanya. (ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

6 hours ago
6 hours ago
6 hours ago
6 hours ago
6 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!