Viralterkini.id, Jakarta – Sebanyak 6.000 ribu karyawan Starbucks Indonesia terdampak imbas boikot berkepanjangan. Kata Starbucks Indonesia, dampak boikot tersebut bukan cuma ke operasional perusahaan tetapi juga mitra bisnis lokal.
Termasuk petani kopi yang mensuplai produk ke gerai-gerai Starbucks. Menurutnya, boikoit ini telah mempengaruhi kesejahteraan karyawannya di Indonesia.
“Penting bagi kami untuk meluruskan hal ini, sebab penyebaran informasi yang salah tidak dapat dibenarkan – dan ini menyangkut lebih dari 6.000 partners (sebutan untuk karyawan), petani kopi, rekan bisnis, supplier hingga penerima manfaat kegiatan social impact kami yang adalah warga negara Indonesia,” jelas Starbucks dalam website resminya, Senin 27 Februari 2024.
Dia menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan dukungan finansial kepada Israel.
“Starbucks maupun Howard Schultz tidak memberikan dukungan finansial kepada Israel dengan cara apapun,” katanya.
Klarifikasi ini muncul setelah berbulan-bulan Starbucks menjadi sasaran boikot oleh konsumen Indonesia, yang merespons isu dukungan perusahaan terhadap Israel dalam konflik Gaza.
Dalam upaya untuk menegaskan posisinya, Starbucks menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kepentingan politik dan tidak pernah menggunakan keuntungan perusahaan untuk mendanai operasional pemerintah atau militer manapun, termasuk Israel.
Starbucks menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen mereka terhadap kemanusiaan, mengutuk segala bentuk kekerasan dan hilangnya nyawa orang tak berdosa, serta segala ujaran kebencian dan penggunaan senjata. (bd)
Tidak ada komentar