Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Kredit Foto: EFE Viralterkini.id – Pemerintah Inggris menyatakan tegas bahwa Iran “tidak boleh sama sekali diberi kesempatan untuk mengembangkan senjata nuklir” setelah serangan militer terbaru yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target di Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Pernyataan ini disampaikan oleh pemerintah Inggris setelah rapat darurat kabinet membahas implikasi konflik yang cepat berkembang di Timur Tengah, termasuk ancaman terhadap stabilitas regional dan keamanan global.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa negara itu tidak ikut serta dalam serangan udara tersebut dan tidak mengambil bagian dalam serangan militer awal terhadap Iran.
Namun, kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer menggelar pertemuan gabungan lembaga keamanan dan intelijen untuk menilai konsekuensi lebih lanjut dari eskalasi konflik.
Dalam konteks ini, Starmer dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin sekutu utama, termasuk dari Perancis dan Jerman, guna membahas respons kolektif terhadap situasi yang terus berubah.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir tetap menjadi tujuan utama kebijakan luar negeri London dan sekutu baratnya.
“Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir, dan itulah alasan kami terus mendukung upaya mencapai solusi melalui negosiasi,” ujar seorang juru bicara pemerintah Inggris.
Pernyataan itu menegaskan dukungan Inggris terhadap kerangka diplomasi internasional dalam menangani konflik nuklir Iran.
London juga menekankan bahwa mereka tidak ingin konflik ini berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan. Pemerintah mengatakan mereka tetap berkomitmen pada perlindungan warga sipil dan upaya de-eskalasi, sambil terus mendorong Iran untuk kembali ke meja perundingan.
Meski tidak terlibat dalam serangan awal, Inggris menyatakan dirinya siap mempertahankan kepentingannya di Timur Tengah jika diperlukan.
Pemerintah mengungkapkan bahwa Inggris memiliki pasukan dan fasilitas militer di kawasan yang baru-baru ini diperkuat dengan kemampuan defensif tambahan.
Dalam pernyataannya, mereka mengatakan siap menggunakan berbagai kemampuan itu untuk melindungi kepentingan nasional dan sekutu di kawasan, sesuai dengan hukum internasional.
Komitmen ini mencakup kesiagaan tinggi terhadap potensi ancaman terhadap pasukan Inggris atau mitra mereka, tetapi kabinet menegaskan bahwa pendekatan defensif itu berbeda dari dukungan terhadap serangan militer ofensif.
Pemerintah Inggris juga menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah melindungi warga negara Inggris yang berada di kawasan yang terdampak konflik.
Pemerintah telah meningkatkan upaya konsuler untuk membantu warga Inggris di Timur Tengah, termasuk memberikan arahan keselamatan dan dukungan evakuasi bila diperlukan.
Mereka juga memperluas larangan perjalanan yang mencakup peringatan terhadap semua perjalanan ke Israel dan wilayah Palestina setelah sebelumnya hanya menyarankan agar perjalanan yang tidak penting ditunda.
Di dalam negeri Inggris, pernyataan Starmer memicu reaksi beragam dari politisi dan masyarakat. Beberapa mendukung tegasnya sikap pemerintah terhadap ancaman nuklir Iran, tetapi muncul pula pertanyaan tentang apakah langkah itu dapat menyeret Inggris ke dalam konflik yang lebih luas.
Di forum internasional, Inggris, bersama Perancis dan Jerman, juga menyerukan kembalinya negosiasi nuklir dan penurunan ketegangan melalui diplomasi, mengutamakan stabilitas kawasan dan perlindungan warga sipil.
Pernyataan resmi dari pemerintah Inggris sekaligus menggarisbawahi bahwa solusi diplomatik tetap menjadi fokus utama London.
Pemerintah berharap Iran akan menghentikan serangan militer, menghentikan kegiatan program senjata yang memicu kekhawatiran internasional, dan berkomitmen pada proses politik yang damai atas isu nuklir yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Menteri Luar Negeri Inggris menyeru komunitas internasional untuk terus bekerja sama mendorong Iran kembali ke meja negosiasi demi menjamin keamanan global dan stabilitas jangka panjang.
Posisi Inggris menekankan larangan tegas terhadap ambisi senjata nuklir Iran dan menyoroti kebutuhan untuk menghindari eskalasi konflik lebih jauh.
London mengklaim tidak terlibat dalam serangan militer namun memperkuat kemampuan pertahanan di wilayah strategis, sambil mendukung upaya diplomasi internasional untuk meredakan ketegangan. Prioritas pemerintah tetap fokus pada keselamatan warga Inggris serta stabilitas regional dan global (**)
Tidak ada komentar