x Pulau Seribu Asri

Hizbullah Dukung Iran, Lebanon Pertahankan Netralitas

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Mar 2026 05:23 13 Arthur

Viralterkini.id – Para petinggi Lebanon menegaskan sikap netral negaranya di tengah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dengan menekankan perlunya melindungi Lebanon dari krisis keamanan regional yang kian memburuk.

Dalam konferensi pers pada Sabtu (28/2/2026), Perdana Menteri Nawaf Salam menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah keamanan maksimal untuk kedutaan asing di Lebanon, meski ancaman tidak bisa sepenuhnya diabaikan.

Serangan Israel di Lebanon Selatan

Beberapa saat sebelum serangan AS-Israel dimulai, Israel menargetkan apa yang mereka sebut sebagai “infrastruktur Hizbullah” di Lebanon selatan. Salam segera menggelar rapat darurat kabinet untuk menilai dampak serangan dan menenangkan publik.

“Kami telah lama mengambil semua langkah pencegahan,” kata Salam sembari meminta warga Lebanon untuk tidak panik.

Ia menegaskan jalur pasokan darat, laut, dan udara tetap terbuka.

Maskapai Middle East Airlines tetap beroperasi, dan kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bakar cukup untuk setidaknya dua bulan.

“Tidak ada kebutuhan untuk antre atau berebut ke apotek, supermarket, atau stasiun bahan bakar,” tambahnya.

Perekonomian Lebanon sempat melambat karena kekhawatiran bahwa Hizbullah bisa ikut campur dalam konflik untuk membela Iran.

Kekhawatiran itu terlihat dari antrean panjang di SPBU dan apotek yang ingin memastikan stok kebutuhan dasar tetap tersedia. Asosiasi Perusahaan Pemasok Minyak menyatakan stok cukup untuk memenuhi permintaan selama 15 hari.

Pesan Nasional: Prioritaskan Kepentingan Lebanon

Salam melalui media sosial menyerukan warga Lebanon untuk menunjukkan kebijaksanaan dan patriotisme, serta menempatkan kepentingan nasional di atas segalanya.

“Kami tidak akan membiarkan siapa pun menyeret negara ini ke petualangan yang mengancam keamanan dan persatuan,” tegasnya.

Presiden Joseph Aoun menegaskan prioritas utama pemerintah adalah menjaga Lebanon dari bencana konflik eksternal, mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan stabilitas.

Ia menghubungi Perdana Menteri, Menteri Transportasi Fayez Rassamni, Duta Besar AS Michel Issa, dan Panglima Angkatan Darat Jenderal Rudolph Haikal untuk memastikan kesiapan maksimal dan koordinasi antar institusi negara.

Sikap Hizbullah dan Komunitas Syiah

Hizbullah mengeluarkan pernyataan mengecam apa yang mereka sebut sebagai “agresi licik Amerika-Israel terhadap Iran” dan menyatakan solidaritas penuh dengan Iran.

Pernyataan itu menyerukan negara dan rakyat di kawasan untuk menolak skema agresi tersebut, namun tidak menyebutkan keterlibatan langsung Hizbullah dalam konflik.

Sumber resmi Lebanon menyebut pernyataan tersebut disusun setelah kontak intensif antara pejabat negara Lebanon dan pimpinan Hizbullah.

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, dijadwalkan memberikan pidato namun ditunda karena perkembangan terakhir.

Sementara itu, Sheikh Ali Al-Khatib, Wakil Presiden Dewan Syiah Islam Tertinggi, menegaskan komunitas Syiah mendukung kedaulatan negara.

Ia menekankan pengambilan senjata sebelumnya hanya sebagai upaya membela diri dan menimbulkan kerugian besar.

Komunitas Syiah mendukung strategi keamanan nasional yang kuat dan menegaskan menentang intervensi dalam perang saat ini.

Aktivitas Militer di Selatan dan Lembah Bekaa

Sabtu pagi, ledakan misil interceptor Israel terdengar di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa.

Tentara Israel menjatuhkan alat peledak di dekat perbatasan Lebanon dan melakukan serangan udara di Wadi Barghaz, Sungai Litani, pinggiran Wadi Al-Dalafa, dataran tinggi Iqlim Al-Tuffah, dan distrik Jezzine.

Israel menyatakan menyerang infrastruktur Hizbullah, termasuk lokasi peluncuran rudal dan pintu masuk terowongan bawah tanah, yang menurut mereka digunakan untuk menyerang IDF dan negara Israel.

Pesawat pengintai Israel juga melintasi Lebanon selatan, termasuk Sidon hingga Lembah Bekaa.

Keamanan dan Operasional Pemerintah

Kementerian Luar Negeri Lebanon menegaskan menolak segala serangan terhadap negara Arab, menekankan komitmen Lebanon untuk tetap netral.

Di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, lalu lintas menurun drastis meski penerbangan tetap berjalan.

Penurunan ini disebabkan sebagian besar negara Teluk, Siprus, dan negara tetangga menutup ruang udara mereka sehingga Beirut sulit dijangkau.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil, Kapten Mohammed Aziz, memastikan pemantauan ketat berlangsung bersama Menteri Pekerjaan Umum, keamanan bandara, dan navigasi udara.

Dengan langkah-langkah ini, Lebanon berupaya menjaga stabilitas nasional dan keselamatan warga, sambil tetap menegaskan netralitas di tengah ketegangan regional yang semakin memburuk. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
20 hours ago
20 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri