x Pulau Seribu Asri

Harga Minyak Naik, Rupiah Tertekan di Pasar Global

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Mar 2026 22:14 10 Arthur

Virlterkini.id – Rupiah menghadapi tekanan di pasar luar negeri pada Kamis, 26 Maret 2026. Pada awal perdagangan, pelaku pasar membuka kontrak rupiah di kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Namun, rupiah tidak bertahan lama. Pelaku pasar membanderol rupiah di level Rp16.860/US$. Tak lama kemudian, rupiah melemah ke Rp16.896/US$ atau turun sekitar 0,18%.

Sementara itu, indeks dolar AS naik tipis 0,02% ke level 99,61. Karena itu, mayoritas mata uang Asia langsung bergerak di zona merah.

Mata Uang Asia Kompak Tertekan
Baht Thailand memimpin pelemahan dengan turun 0,47%. Selain itu, won Korea Selatan turun 0,3% dan ringgit Malaysia melemah 0,13%.

Selanjutnya, yuan offshore dan dolar Singapura ikut terkoreksi. Sebaliknya, dolar Hong Kong dan yuan China mencatat penguatan tipis.

Kondisi ini menunjukkan tekanan global masih kuat. Oleh sebab itu, pelaku pasar cenderung berhati-hati.

Harga Minyak Naik, Sentimen Memburuk
Di saat yang sama, harga minyak mentah Brent naik 1,03% hingga mencapai US$103,27 per barel. Kenaikan ini langsung menambah tekanan bagi pasar Asia.

Lebih lanjut, ketegangan geopolitik kembali meningkat. Iran menolak proposal perdamaian dari Amerika Serikat. Mengutip Bloomberg News, Iran tetap melanjutkan serangan terhadap Israel dan negara Teluk.

Akibatnya, harapan pasar terhadap meredanya konflik langsung memudar. Sebelumnya, pemerintah AS menawarkan skema pembatasan nuklir dan rudal Iran.

Ketegangan Global Picu Aksi Cepat Asia
Karena konflik terus berlanjut, negara Asia segera mengamankan energi. Jepang langsung melepas 8,5 juta kiloliter cadangan minyak strategis.

Selain itu, India meningkatkan impor energi. India membeli sekitar 5 juta barel minyak Iran. Tidak hanya itu, kilang India juga menyerap lebih dari 40 juta barel minyak Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan langkah ini, negara Asia berusaha menjaga stabilitas energi domestik.

Pemerintah Indonesia Siapkan Penghematan
Di dalam negeri, pemerintah mulai menghitung dampak kenaikan harga minyak. Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyusun skenario penghematan.

Hasil kajian menunjukkan potensi efisiensi hingga Rp120 triliun. Selain itu, pemerintah mempertimbangkan penyesuaian program Makan Bergizi Gratis.

Langkah ini menunjukkan ruang fiskal semakin sempit. Di sisi lain, kenaikan harga minyak juga berpotensi mendorong inflasi.

Prospek Rupiah Masih Rentan
Tekanan global langsung memengaruhi rupiah. Pelaku pasar memanfaatkan momen penguatan untuk mengambil keuntungan.

Secara teknikal, rupiah berpeluang menguat jika mampu menembus Rp16.900/US$. Namun, jika tekanan berlanjut, rupiah berpotensi melemah ke Rp17.000/US$.

Dengan demikian, arah rupiah masih bergantung pada sentimen global. Oleh karena itu, pasar akan terus mencermati harga minyak dan perkembangan geopolitik dalam waktu dekat. (**)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

4 hours ago
4 hours ago
4 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri