x Pulau Seribu Asri

Erick Thohir Tegaskan Nol Toleransi terhadap Rasisme di Sepak Bola Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 09:46 8 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa pihaknya tidak membenarkan segala bentuk ucapan, ungkapan, maupun perilaku rasisme dalam sepak bola nasional. Ia meminta seluruh elemen, mulai dari operator kompetisi hingga klub, untuk bersikap tegas terhadap setiap insiden yang mengandung unsur diskriminasi.

Menurut Erick, baik dalam kompetisi pembinaan maupun profesional, tindakan rasisme harus ditangani secara serius dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya membangun lingkungan sepak bola yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan saling menghormati.

“FIFA dan PSSI tidak membenarkan segala bentuk ucapan dan ungkapan rasisme di sepak bola, baik di tingkat internasional maupun nasional. Sejak usia muda, pemain harus dibentuk dengan prinsip fair play, anti-rasisme, toleransi, disiplin, dan penghormatan kepada wasit. Prestasi tidak cukup hanya dengan skill, tetapi juga harus ditopang karakter dan watak yang baik,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (22/4).

Lebih lanjut, Erick mengingatkan bahwa pembinaan sepak bola usia muda tidak boleh semata berorientasi pada hasil pertandingan atau kemampuan teknis. Ia menilai pembentukan karakter, pengendalian emosi, serta kepatuhan terhadap aturan merupakan aspek penting yang harus berjalan seiring.

Untuk itu, ia meminta I-League sebagai operator kompetisi, termasuk Elite Pro Academy (EPA), Liga 1, dan Liga 2, bersama seluruh klub peserta, terus menegakkan nilai empati dan saling menghargai antar pemain.

PSSI juga mendorong agar sosialisasi mengenai anti-rasisme, anti-kekerasan, toleransi, serta disiplin diperkuat secara konsisten di semua level kompetisi. Selain itu, pengawasan pertandingan diharapkan semakin diperketat agar kompetisi, khususnya di level usia muda, benar-benar menjadi ruang belajar yang sehat, aman, dan mendidik.

“Kompetisi usia muda harus menjadi wadah tumbuhnya pemain yang lebih dewasa, matang, dan berkemampuan mumpuni. Karena itu, operator, klub, ofisial, dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan pembinaan karakter berjalan sekuat pembinaan teknik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mengapresiasi langkah Bhayangkara FC dan Dewa United FC yang telah mempertemukan dan mendamaikan dua pemain muda, Fadly Alberto dan Rakha Nurkholis, terkait persoalan yang sempat terjadi.

“Saya apresiasi karena kedua klub tetap menomorsatukan persatuan dan kesatuan sesuai prinsip Pancasila. Meskipun berbeda daerah, kita semua berjuang bersama demi Indonesia. Ini harus menjadi pelajaran bagi para pemain,” pungkas Erick. (ma)

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

1 day ago
4 days ago
4 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri