x Pulau Seribu Asri

Erick Thohir Soroti Potensi Domino dalam Industri Olahraga Nasional

waktu baca 4 menit
Rabu, 7 Jan 2026 22:41 61 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) untuk menjadikan domino sebagai bagian dari industri olahraga nasional yang mampu memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia.

Dorongan itu disampaikan Erick saat menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Orado se-Indonesia di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Dalam sambutannya, Erick menegaskan pentingnya memandang olahraga dari perspektif yang lebih luas, tidak semata-mata berorientasi pada prestasi.

Menurutnya, olahraga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi melalui pengembangan industri olahraga dan pariwisata berbasis olahraga.

“Saya ingin melihat perspektif olahraga nasional ini tidak hanya dilihat dari prestasi,” ujar Erick.

Ia menilai, paradigma olahraga Indonesia perlu diperluas agar mampu menangkap peluang ekonomi yang berkembang pesat di tingkat global.

Erick memaparkan bahwa industri olahraga dunia memiliki nilai ekonomi yang sangat besar dan terus bertumbuh setiap tahun.

Berdasarkan data global, nilai sport industry dunia saat ini mencapai sekitar Rp80 ribu triliun dengan tingkat pertumbuhan sekitar delapan persen per tahun.

Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan jika olahraga dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Namun demikian, Erick menyebut sebagian besar kue industri olahraga global masih dikuasai oleh negara-negara tertentu.

Sekitar 40 persen industri olahraga dunia berada di Amerika Serikat.

Di negara tersebut, olahraga prestasi berkembang menjadi industri besar, seperti basket, American football, dan baseball, yang melibatkan ekosistem bisnis luas mulai dari liga profesional, hak siar, sponsor, hingga industri kreatif pendukung.

Selain Amerika Serikat, Erick juga mencontohkan negara-negara lain yang sukses mengemas cabang olahraga menjadi industri bernilai tinggi.

Inggris berhasil menjadikan sepak bola sebagai industri global, Australia dengan rugby, serta India dengan kriket.

Bahkan, ada pula cabang olahraga yang sejak awal dibangun dengan pendekatan industri hiburan, seperti Ultimate Fighting Championship (UFC) dan World Wrestling Entertainment (WWE).

Melihat kondisi tersebut, Erick menilai Indonesia perlu memanfaatkan peluang serupa dengan mengembangkan berbagai cabang olahraga sebagai bagian dari ekosistem sport industry, termasuk olahraga domino.

Menurutnya, domino memiliki basis massa yang kuat di masyarakat dan berpotensi dikembangkan secara profesional jika dikelola dengan tata kelola organisasi yang baik.

“Olahraga itu bukan hanya prestasi dan kesehatan, tetapi juga punya nilai ekonomi. Kalau dikelola dengan benar, bisa membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Erick.

Menpora juga menjelaskan struktur perputaran uang dalam industri olahraga. Ia menyebut peran anggaran pemerintah dalam memutar ekonomi olahraga relatif kecil, hanya sekitar 10 hingga 15 persen.

Sementara itu, sekitar 30 persen berasal dari investasi pihak swasta atau mereka yang memiliki kecintaan terhadap olahraga dan industri, serta sekitar 55 persen berasal dari perputaran uang masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas olahraga tersebut.

“Artinya, olahraga ini hidup karena partisipasi masyarakat dan industri. Pemerintah hanya menjadi pemicu dan regulator,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Erick menyambut positif kehadiran Orado sebagai federasi yang menaungi olahraga domino di Indonesia.

Ia menilai Orado memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem domino agar dapat berkembang menjadi cabang olahraga yang terstruktur, kompetitif, dan bernilai ekonomi.

“Saya senang lahirnya Orado, yang jadi salah satu olahraga yang bisa meningkatkan sport industry di Indonesia,” kata Erick.

Ia berharap Orado mampu membangun sistem kompetisi yang berjenjang, pembinaan atlet yang berkelanjutan, serta tata kelola organisasi yang profesional.

Lebih lanjut, Erick menargetkan agar domino ke depan dapat berkembang menjadi olahraga berskala besar dan memiliki daya tarik internasional.

Jika hal tersebut terwujud, Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah kejuaraan domino tingkat dunia.

Erick menilai banyak negara kini menjadikan kejuaraan dunia sebagai bagian dari strategi sport tourism yang berdampak langsung terhadap perekonomian, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif.

“Sekarang banyak sekali negara membangun kejuaraan dunia menjadi sport tourism. Mudah-mudahan, ketika domino jadi olahraga besar, kejuaraan dunianya bisa tetap di Indonesia, bisa menunjukkan keindahan Indonesia, dan membantu ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menpora berharap Orado dapat bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan domino sebagai olahraga modern yang berdaya saing.

Dengan pengelolaan yang tepat, Erick optimistis domino tidak hanya menjadi olahraga rekreasi, tetapi juga bagian penting dari industri olahraga nasional yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!