x Pulau Seribu Asri

DPR Desak TVRI Transparan Soal Nilai Kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Feb 2026 13:28 16 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo mendesak manajemen Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI untuk membuka secara transparan nilai kontrak hak siar Piala Dunia 2026 kepada publik.

Desakan tersebut disampaikan mengingat pendanaan pembelian hak siar bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Tolong transparan ya nanti ya. Kami menghendaki Bapak transparan. Ini duit negara,” tegas Yoyok kepada Direktur Utama TVRI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (30/1).

Mantan Bupati Batang itu menekankan bahwa transparansi merupakan prinsip utama dalam pengelolaan anggaran publik. Menurutnya, sebagai lembaga penyiaran milik negara, TVRI memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Desakan serupa juga disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI lainnya, Andika Satya Wasisto. Politisi Partai Golkar tersebut meminta manajemen TVRI menyampaikan angka pasti nilai kontrak agar publik dapat menilai kelayakan serta kesiapan TVRI dalam mengemban mandat besar menyiarkan ajang sepak bola dunia tersebut.

Andika bahkan membandingkan nilai kontrak hak siar di negara lain. Ia menyebutkan, stasiun televisi di Spanyol menggelontorkan dana sekitar 55 juta euro atau setara lebih dari Rp1 triliun untuk hak siar Piala Dunia.

“Nah ini sama tidak kira-kira TVRI nilainya sekitar Rp1 triliun tersebut? Karena ini anggaran negara, Pak. Jadi tidak bisa main-main juga,” ujar Andika.

Menanggapi sorotan tersebut, Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno mengaku belum dapat membuka angka pasti nilai kontrak hak siar dalam forum terbuka. Ia beralasan masih terdapat sejumlah komponen yang belum final, seperti pajak dan fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

Menurut Iman, volatilitas kurs sangat mempengaruhi besaran akhir dana yang harus dibayarkan. Selisih nilai tukar antara saat perencanaan dan kondisi terkini disebut cukup signifikan.

“Masih ada hitung-hitungan tentang nilai kurs fluktuatif sekali. Jadi kalau dulu sampai sekarang tuh dengan nilai kurs sekarang itu boleh saya sampaikan Rp32 miliar Pak, bedanya Pak, besar sekali,” jelasnya.

Meski demikian, Iman menegaskan tidak ada upaya untuk menutup-nutupi data tersebut. Ia berkomitmen akan memaparkan seluruh rincian anggaran secara lengkap dalam rapat tertutup, dengan tetap memperhatikan klausul kerahasiaan bisnis tertentu.

Iman juga meluruskan bahwa bantuan pemerintah melalui APBN hanya dialokasikan untuk biaya lisensi hak siar. Dana tersebut langsung disetorkan kepada pemegang lisensi utama dan tidak dikelola secara bebas oleh TVRI.

Sementara itu, biaya operasional pendukung, termasuk pengiriman kru liputan ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, tidak ditanggung oleh negara. Untuk kebutuhan tersebut, TVRI harus mencari pendanaan mandiri.

“Saya hanya mendapatkan anggaran hak siar saja. Lalu pertanyaan dari anggota Dewan, bagaimana nanti TVRI bisa mengoperasikan? Ya nanti kami akan mencari dari iklan, dari PNBP,” pungkas Iman. (ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

8 hours ago
8 hours ago
8 hours ago
8 hours ago
8 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!