Viralterkini.id, Jabar – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat mayoritas kabupaten dan kota di provinsi tersebut mengalami deflasi secara bulanan (month to month/mtm) pada awal 2026. Satu-satunya daerah yang mencatat inflasi adalah Kota Bekasi dengan kenaikan sebesar 0,07 persen.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jawa Barat, Ninik Anisah, menjelaskan inflasi di Kota Bekasi dipicu oleh meningkatnya tarif layanan rumah sakit swasta serta kenaikan harga emas perhiasan.
“Wilayah lain cenderung mengalami penurunan harga. Di Kota Bekasi justru terjadi inflasi karena adanya kenaikan tarif rumah sakit swasta, selain faktor emas perhiasan. Untuk komoditas lainnya relatif tidak jauh berbeda dengan daerah lain,” ujar Ninik saat memberikan keterangan di Gedung BPS Jawa Barat, Bandung, Senin, (2/2/2026).
Ia merinci sejumlah daerah yang mengalami deflasi antara lain Kota Bogor sebesar 0,21 persen, Kota Sukabumi 0,03 persen, Kota Bandung 0,09 persen, Kota Cirebon 0,44 persen, dan Kota Depok 0,16 persen.
Deflasi juga terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,05 persen, Kabupaten Bandung 0,15 persen, Kabupaten Subang 0,21 persen, serta Kabupaten Majalengka 0,11 persen.
Secara keseluruhan, BPS mencatat Jawa Barat mengalami deflasi sebesar 0,09 persen (mtm). Penurunan harga sejumlah bahan pangan menjadi faktor utama yang mendorong kondisi tersebut.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, deflasi paling besar terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang turun 0,91 persen dengan kontribusi deflasi sebesar 0,28 persen. Sementara kelompok transportasi mengalami penurunan sebesar 0,26 persen dengan andil inflasi tercatat 0,03 persen.
Adapun komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap deflasi antara lain cabai merah dengan andil 0,10 persen, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing 0,06 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,04 persen.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mendorong inflasi, terutama emas perhiasan dengan andil 0,18 persen. Komoditas lain seperti tomat, ikan kembung, bawang putih, dan beras masing-masing menyumbang andil inflasi sebesar 0,01 persen. (**)
Tidak ada komentar