x Pulau Seribu Asri

Asian Para Archery Beijing 2025: Tim Indonesia Amankan Empat Medali

waktu baca 4 menit
Senin, 7 Jul 2025 14:36 342 Agung

Viralterkini.id, Jakarta — Kontingen para panahan Indonesia sukses meraih empat medali dalam ajang Asian Para Archery Championship 2025 yang berlangsung di Beijing, China, pada 1–6 Juli 2025.

Rangkaian prestasi ini menjadi bukti perkembangan positif para atlet difabel Indonesia di level Asia.

Satu medali perak dipersembahkan oleh Ken Swagumilang di nomor tunggal putra divisi compound.

Ken berhasil menembus babak final usai mengalahkan sejumlah pemanah papan atas Asia. Namun, di partai puncak yang digelar Minggu (6/7/2025), Ken harus mengakui keunggulan pemanah tuan rumah, Ai Xinliang, yang menempati peringkat dua dunia divisi compound, dengan skor 149-143.

Meski gagal meraih emas, Ken tetap menunjukkan performa impresif.

Selain medali perak di nomor individu, ia juga mempersembahkan dua medali perunggu dari nomor ganda putra compound berpasangan dengan Arif Firmansyah, serta di nomor ganda campuran compound bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly.

Sementara itu, satu medali perunggu lainnya berhasil diraih oleh pasangan Kholidin dan Noviera Ross di nomor ganda campuran divisi recurve.

Perolehan ini membuat Indonesia mengakhiri kejuaraan dengan total satu perak dan tiga perunggu, menempati peringkat kelima dalam klasemen akhir perolehan medali.

Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang berlaga di Beijing.

Menurutnya, China dan India masih menjadi lawan terberat di Asia. Rameez menilai tuan rumah diuntungkan dengan kondisi arena yang sudah familiar bagi mereka.

“Tuan rumah tampil sangat enjoy karena venue ini merupakan arena latihannya. Mereka sudah terbiasa dengan arah angin dan cuaca,” kata Rameez Ali dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

Ia juga menyebut para atlet Indonesia telah menunjukkan perkembangan signifikan, terutama mereka yang sebelumnya tampil di Paralimpiade Paris 2024 seperti Ken Swagumilang, Teodora Audi, dan Kholidin.

Menurut Rameez, kepercayaan diri mereka semakin meningkat seiring pengalaman di kompetisi internasional.

Selain itu, Rameez memberikan catatan positif bagi dua debutan, yakni Arif Firmansyah dan Noviera Ross, yang juga berhasil menyumbangkan medali pada kejuaraan ini.

Arif sendiri baru bergabung dalam Pelatnas sejak November 2024, sedangkan Noviera Ross merupakan jebolan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 yang mulai ikut Pelatnas Mei 2025 lalu.

“Progres Arif sangat baik, terutama karena dia baru pindah dari nomor recurve ke compound. Dia bisa beradaptasi cepat dan menampilkan performa memuaskan,” jelas Rameez.

“Begitu juga Noviera, meski baru pertama tampil di event internasional, dia langsung mampu meraih medali perunggu bersama Kholidin. Ini capaian yang membanggakan,” imbuhnya.

Usai Asian Para Archery Championship 2025, tim para panahan Indonesia akan menghadapi agenda lebih padat, di antaranya kejuaraan dunia di Korea Selatan pada 21–28 September 2025, dan kejuaraan di Uni Emirat Arab pada 1–6 November 2025.

Rameez menyatakan optimistis dengan langkah para atletnya menuju target jangka panjang di Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Kita sangat optimistis karena masih punya waktu empat tahun. Ini cukup panjang untuk mengevaluasi performa, memperbaiki mental bertanding, dan mematangkan persiapan,” tuturnya.

Terpisah, Ken Swagumilang mengaku pengalaman berlaga di Beijing menjadi pembelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas dirinya menghadapi pemanah dunia.

“Kejuaraan ini menjadi benchmarking buat saya. Karena sebelumnya belum pernah bertemu atlet China, jadi saya bisa tahu kualitas mereka seperti apa. Setelah ini saya akan berupaya mengejar mereka sebaik mungkin,” ujar Ken.

Hal serupa juga disampaikan Noviera Ross yang merasa mendapatkan banyak pengalaman di kejuaraan internasional pertamanya.

“Sebenarnya tidak ada kendala berarti, hanya perlu lebih tenang mengendalikan diri karena ini debut pertama saya di level Asia. Ke depan saya akan terus meningkatkan latihan,” kata Noviera.

Berikut klasemen akhir perolehan medali Asian Para Archery Championship 2025 di Beijing:

1. China (10 emas, 4 perak, 3 perunggu)

2. India (3 emas, 3 perak, 3 perunggu)

3. Singapura (1 emas)

4. Thailand (5 perak, 1 perunggu)

5. Indonesia (1 perak, 3 perunggu)

6. Korea Selatan (1 perak, 1 perunggu)

7. Kazakhstan (1 perunggu)

8. Chinese Taipei (1 perunggu)

Sementara Bhutan, Hong Kong, Malaysia, Mongolia, dan Uzbekistan belum meraih medali pada kejuaraan tahun ini.

Keberhasilan meraih empat medali di Beijing menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus bersaing di level internasional, sekaligus meningkatkan motivasi para atlet menuju event-event besar di masa mendatang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!