Perwakilan dari LBH Pelita Umat, Chandra Purna Irawan.,S.H.,M.H. diterima oleh staf Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diberikan tanda terima surat resmi di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN di Indonesia, Jumat (19/4/2024). Foto : LBH Pelita Umat Viralterkini.id, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Pelita Umat (LBH Pelita Umat) telah mengunjungi Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN di Indonesia, Jumat (19/4/2024). Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari LBH Pelita Umat diterima oleh staf Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diberikan tanda terima surat resmi.
Adapun, LBH Pelita Umat mendesak PBB untuk menyatakan Israel tidak sah sebagai negara dan mengeluarkan dari keanggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menghapus Israel dari peta dunia;
“Kedua kami sangat mengecam atas tindakan biadab zionis yahudi yang melakukan penjajahan, pencaplokan tanah, genosida membunuh rakyat sipil serta membunuh anak-anak dan wanita dan merusak rumah sakit. Sesungguhnya yang terjadi adalah penjajahan oleh zionis yahudi terhadap Palestina dan bukan konflik antara Hamas dan Israel,” tulis tuntutan Pelita Umat dalam keterangan resminya.
Selain itu, Pelita Umat juga mendesak PBB untuk menghentikan penjajahan tersebut, sebagaimana yang telah diatur dalam Hukum Internasional tentang hak bangsa-bangsa yang terjajah untuk penentuan nasib mereka sendiri sudah diterangkan dengan setegas-tegasnya dalam Putusan (Resolusi) 1514 (XV) dalam sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa PBB, pada tanggal 14 Desember, 1960, dengan nama: “Pernyataan Mengenai Kewajiban Pemberian Kemerdekaan Kepada Negeri-Negeri dan Bangsa-Bangsa terjajah”. Kedudukan hukum dari resolusi ini sudah diperkuat oleh Mahkamah Internasional (International Court of Justice) dalam Putusannya tanggal 21 Juni 1971;
“Terakhir, kami menyeru Sekjen PBB sesuai dengan kekuatan dan yurisdiksi Anda untuk melindungi orang-orang Palestina,” sambungnya.
Diketahui, Konflik Palestina – Isreal merupakan konflik antar kedua negara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Konflik ini kian memanas sejak Oktober 2023 silam, dan telah menyebabkan korban jiwa dan kerugian infrastruktur dalam skala yang besar, khusunya bagi warga Gaza, Palestina.
Dilansir Al Jazeera, Senin (15/4/2024) Kementerian Kesehatan Gaza mengungkap jumlah warga Palestina yang tewas sejak Israel melancarkan serangannya enam bulan lalu mencapai 33.797 orang. (bd)
Tidak ada komentar