x Pulau Seribu Asri

Forum Ekonomi Hijau IKA Unpad Serukan Kolaborasi Nasional Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

waktu baca 3 menit
Rabu, 17 Jun 2026 19:14 23 M Ary K

Inilahdata.com, Jakarta – Percepatan transisi menuju ekonomi hijau dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi Indonesia di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim dan ketatnya persaingan ekonomi global. Kesadaran tersebut mendorong Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menggelar Forum Ekonomi Hijau (FEH) 2026 di Gedung Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (17/6).

Forum tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga pakar lingkungan untuk membahas strategi mempercepat transformasi pembangunan nasional yang lebih rendah emisi, berkelanjutan, dan inklusif.

Ketua Umum IKA Unpad, Ferry Juliantono, mengatakan bahwa tantangan global saat ini menuntut Indonesia bergerak lebih cepat dalam mengadopsi model pembangunan yang ramah lingkungan. Menurutnya, ekonomi hijau telah menjadi arah baru pembangunan dunia yang tidak dapat diabaikan.

Foto 3 - Ferdian Agustiana(ketua pelaksana_injourney), Ferry Juliantono (Menkop RI_Ketum IKA Unpad, Yhodhisman Soratha (Sekjen IKA Unpad)
Foto 3 – Ferdian Agustiana(ketua pelaksana_injourney), Ferry Juliantono (Menkop RI_Ketum IKA Unpad, Yhodhisman Soratha (Sekjen IKA Unpad)

“Indonesia tidak boleh tertinggal dalam arus perubahan global. Kita harus mampu mempercepat transformasi pembangunan agar tetap kompetitif sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Ferry.

Ia menjelaskan, Forum Ekonomi Hijau diselenggarakan sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan berbagai pihak yang memiliki peran strategis dalam mendorong agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui forum ini, IKA Unpad berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah nyata yang dapat mendukung percepatan transisi menuju ekonomi hijau.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi hijau dunia. Kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, serta potensi ekonomi berbasis alam disebut sebagai aset strategis yang harus dikelola secara berkelanjutan.

Menurut Jumhur, paradigma pembangunan saat ini harus mampu menempatkan pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan dalam posisi yang seimbang. Ia menilai ekonomi hijau bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan.

“Kita memerlukan kebijakan yang terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif, rendah emisi, efisien dalam penggunaan sumber daya, dan tetap menjaga kelestarian alam,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Dewan Pakar BA Center, Prof. Laode M. Kamaluddin. Ia menilai model pembangunan konvensional yang selama ini bergantung pada eksploitasi sumber daya alam mulai menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi lingkungan maupun keberlanjutan ekonomi jangka panjang.

Karena itu, menurutnya, Indonesia perlu memanfaatkan momentum global untuk mempercepat pengembangan ekonomi hijau yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.

Sementara itu, Head of Center for Environment and Sustainability Science (CESS) Unpad, Dr. Susanti Withaningsih, menyoroti semakin besarnya tekanan terhadap lingkungan hidup yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi, degradasi ekosistem, serta ancaman terhadap ketahanan pangan dan sumber daya air.

Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi dalam mendukung implementasi ekonomi hijau. Selain itu, peningkatan literasi publik dinilai menjadi faktor penting agar transformasi menuju pembangunan berkelanjutan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Foto 2 - Suasana Diskusi Panel - Forum Ekonomi Hijau - Photo by Ken Prama
Foto 2 – Suasana Diskusi Panel – Forum Ekonomi Hijau – Photo by Ken Prama

Forum Ekonomi Hijau juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Komisaris Utama PLN sekaligus Ketua Dewan Pakar IKA Unpad Burhanuddin Abdullah dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Joko Tri Haryanto.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta forum mendeklarasikan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam mendorong transisi Indonesia menuju ekonomi hijau. Komitmen tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya kebijakan, inovasi, dan aksi nyata yang mampu mempercepat pembangunan rendah karbon sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks, Forum Ekonomi Hijau menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kualitas hidup generasi mendatang. (bn)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri