Petenis muda, Komang Bagus Wahyu Purustama (14 tahun). Foto : ist DETEC International Junior Championship 2026
Viralterkini.id, SUKOHARJO – Duet muda Indonesia, Komang Bagus Wahyu Purustama (14 tahun) dan Joachim Mika Gunawan (17), berhasil menjuarai nomor ganda putra turnamen DETEC International Junior Championship di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026).
Unggulan kedua tersebut tampil solid untuk menundukkan pasangan unggulan pertama, Rafa Jeconia Verdasco Mangunsong (16) dan Alfaradu Sumirat (17), dalam dua set langsung dengan skor 7-6(2), 6-3.
Komang mengakui laga final berlangsung ketat, terutama pada set pertama ketika lawan tampil agresif dan terus menekan sejak awal pertandingan.
“Pertandingannya berlangsung sengit. Di set pertama, Alfa sama Rafa bermain nge-press. Aku enggak siap buat ngembaliin pukulannya. Balasanku kebanyakan out atau net. Kadang-kadang aja masuknya. Untungnya bisa fokus di tie break,” ujar Komang.
Petenis binaan Kentoeng Tennis Academy Sukoharjo itu menambahkan, situasi berubah pada set kedua setelah Rafa mengalami kram kaki. Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh dirinya dan Mika untuk mengontrol pertandingan.
“Di set kedua, Rafa kram kaki. Jadi, kami fokus buat nyelesaiin pertandingan dengan lebih cepat, enggak mati sendiri dan main lebih rapi,” lanjutnya.
Gelar ini memiliki makna khusus bagi kedua pemain. Bagi Mika, trofi tersebut menjadi gelar pertama di ajang resmi International Tennis Federation (ITF). Sementara bagi Komang, pencapaian itu semakin istimewa karena berhasil menyapu bersih gelar ganda pada dua pekan penyelenggaraan turnamen ITF J30 Sukoharjo.
Pada pekan pertama, Komang sukses meraih gelar bersama Rangga Wisnu Kresna Rafansyah. Kini, ia kembali naik podium tertinggi bersama Mika.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Rasanya seru kembali bermain bareng Mika. Kami lebih kompak dan bisa saling melengkapi dalam pertandingan,” kata Komang.
Siswa SMPN 1 Bendosari, Sukoharjo, itu mengaku banyak belajar dari pengalaman sebelumnya saat berpasangan dengan Mika di turnamen ITF Jakarta.
“Saya belajar dan evaluasi pas main bareng pertama kali di ITF Jakarta. Jadi, ketika Mika ngajak lagi setelah saya pulang dari Davis Cup, saya langsung mengiyakan ajakan,” ujarnya.
Mika pun memberikan pujian kepada rekannya. Menurut petenis yang menempuh pendidikan di Life Community School, Jakarta Barat, Komang merupakan pemain yang komplet dengan kualitas pukulan forehand dan backhand yang sama baiknya.
“Tangannya Komang itu istimewa. Enak mainnya,” ujar Mika.
Meski sukses meraih gelar, Komang tidak ingin cepat berpuas diri. Petenis asal Bali tersebut menjadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan memburu kesempatan tampil di turnamen ITF dengan level yang lebih tinggi di luar negeri.
Sementara itu, Rafa Jeconia harus segera melupakan kekecewaan di nomor ganda. Petenis muda Indonesia itu masih memiliki kesempatan meraih gelar pada nomor tunggal putra. Rafa kembali akan menghadapi petenis Amerika Serikat, Brandon Putra, dalam partai final tunggal putra, mengulang duel final pekan pertama.
Di sektor putri, harapan tuan rumah untuk meraih gelar kembali pupus. Pasangan Kaylee Tandjung (16) dan Quirina Trea (16) harus puas menjadi runner-up setelah takluk dari unggulan pertama asal Taiwan-Tiongkok, Ke Chieh Hsu dan Xinran Yan, dengan skor 1-6, 2-6.
Hasil tersebut membuat Kaylee dan Quirina mengulangi pencapaian pekan pertama yang juga berakhir di posisi kedua.
Meski demikian, Ke Chieh Hsu dan Xinran Yan masih berpeluang menambah koleksi gelar. Keduanya akan saling berhadapan dalam final tunggal putri yang menjadi partai ideal. Selain memperebutkan gelar juara, laga tersebut juga akan menentukan siapa yang berhasil meraih trofi tunggal ITF pertama dalam kariernya. (ma)