Felcia Kinsey Alzena Gari Setiawan, anak CIBI dari SMP Bilingual Taruna Bakti. Kredit Foto: Kompas.com/Agie PermadiI Viralterkini.id, Bandung – Di tengah tumpukan buku dan catatan, Felcia Kinsey Alzena Gari Setiawan menemukan dunianya sendiri. Remaja kelas VII Bilingual Taruna Bakti Bandung ini memiliki IQ 137, menjadikannya anak berbakat istimewa (CIBI).
Anak CIBI memiliki kematangan psikologis yang tinggi, mampu mengatur waktu, beradaptasi, dan berkomunikasi dengan bijak.
Felcia mengatur waktunya dengan cermat. Ia fokus belajar, berorganisasi, dan tetap menyempatkan diri bersantai.
Selain tekun dan teliti, Felcia unggul dalam problem solving dan bidang seni. Ia juga menjabat sebagai sekretaris OSIS, membuktikan kemampuan manajemen diri dan organisasi yang matang.
“Saya suka menghitung, terutama matematika, kadang juga sejarah,” kata Felcia sambil tersenyum.

Matematika menurutnya seperti memecahkan teka-teki.
”Rasanya puas ketika menemukan jawaban karena kita memakai logika untuk menghitung,” Katanya.
Meski menyukai tantangan, Felcia kadang merasa jenuh.
“Kadang bosan kalau hanya mendengar materi. Saya biasanya istirahat sebentar, lalu lanjut belajar. Saya juga senang menulis catatan sendiri,” jelasnya.
Felcia menulis catatan tanpa diminta guru. Ia membuat diary khusus untuk setiap mata pelajaran.
“Catatan membantu saya fokus dan mengingat pelajaran lebih baik,” tambahnya.
Felcia merasa nyaman bergaul dengan teman-temannya di Taruna Bakti.
“Murid di sini mudah bersosialisasi. Saya belum pernah mengalami konflik dengan teman,” ujarnya.
Ia tetap menyempatkan diri bersenang-senang, mengobrol, dan bermain bersama teman-teman.
Meskipun fokus pada akademik, Felcia menyeimbangkan waktu luangnya. Dulu ia belajar piano, kini lebih banyak mengikuti les bimbel dan kursus bahasa Inggris.
“Di sekolah, saya menikmati waktu dengan teman. Ngobrol, belajar bersama, dan bermain,” kata Felcia.
Felcia tidak merasa dijauhi karena kepintarannya.
“Kita semua punya kelebihan dan kekurangan, jadi saling melengkapi saja,” tuturnya.
Mengenai masa depan, ia hanya ingin satu hal sederhana:
“Saya ingin membanggakan orang tua,” tutup Felcia. (**)


Tidak ada komentar