x Pulau Seribu Asri

Amerika Diguncang Skandal Etika, Karyawan Google Tolak Kolaborasi dengan ICE

waktu baca 2 menit
Rabu, 11 Feb 2026 08:13 19 Arthur

Viralterkini.id – Ribuan karyawan Google menyuarakan kemarahan mereka terhadap keterlibatan perusahaan dalam kerja sama dengan Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) serta Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP).

Penolakan tersebut dituangkan dalam sebuah surat terbuka yang ditandatangani lebih dari 900 pegawai.

Dalam surat itu, para karyawan mengaku terkejut dan merasa terguncang mengetahui peran Google dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan lembaga penegak imigrasi tersebut.

“Google telah ikut mendukung sistem pengawasan, kekerasan, dan penindasan,” tulis para pegawai dalam pernyataan mereka, sebagaimana dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (10/2/2026).

Kontroversi ini mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan ICE dalam kasus kematian Keith Porter, Renee Good, dan Alex Pretti.

Layanan komputasi awan milik Google disebut digunakan untuk mendukung sistem pengawasan CBP dan platform ImmigrationOS.

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan Google juga dilaporkan dimanfaatkan oleh CBP, sementara Play Store sempat memblokir aplikasi pelacak aktivitas ICE.

Para karyawan menilai kerja sama tersebut bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan etika perusahaan. Mereka mendesak manajemen untuk segera menghentikan kemitraan dengan ICE dan CBP.

“Kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menuntut keterbukaan penuh atas seluruh kontrak dan kolaborasi dengan CBP dan ICE, serta mengakhiri hubungan kerja sama tersebut,” bunyi pernyataan dalam surat itu.

Tak hanya itu, para pegawai juga meminta perusahaan mengakui potensi bahaya yang ditimbulkan oleh ICE.

Mereka mendorong digelarnya forum tanya jawab internal terkait kontrak Google dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan militer, serta menuntut adanya perlindungan bagi para pekerja yang menyuarakan keberatan.

“Sebagai pekerja yang masih memegang nurani, kami menuntut pimpinan perusahaan menghentikan praktik kontrak dengan lembaga pemerintah yang terlibat dalam kekerasan terhadap warga sipil,” lanjut pernyataan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Google belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan para karyawannya.

Gelombang protes ini tidak hanya datang dari internal Google. Karyawan di sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya seperti Amazon, Spotify, dan Meta juga dikabarkan telah mengirimkan surat terbuka serupa, mendesak perusahaan masing-masing untuk memutus hubungan dengan ICE.

Fenomena ini mencerminkan meningkatnya tekanan moral dari para pekerja teknologi terhadap kebijakan bisnis perusahaan mereka, khususnya yang bersinggungan dengan isu hak asasi manusia dan pengawasan negara. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
5 hours ago
5 hours ago
5 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!