x Pulau Seribu Asri

Bitcoin Turun ke Level Terendah 16 Bulan, Investor Mulai Menarik Dana

waktu baca 2 menit
Sabtu, 7 Feb 2026 02:25 13 Arthur

Viralterkini.id – Harga Bitcoin terperosok ke level yang tak terlihat sejak 16 bulan terakhir setelah tekanan pasar kripto semakin kuat.

Penurunan ini membuat sejumlah investor memilih menarik dan menjual aset digital mereka demi mengurangi risiko kerugian.

Data terbaru menunjukkan Bitcoin sempat menyentuh titik terendah mendekati US$ 60.000 sebelum bergerak di sekitar US$ 64.000 pada perdagangan terakhir.

Posisi itu menjadi yang terlemah sejak Oktober 2024, ketika harga kripto ramai diperdagangkan jauh di atas US$ 100.000. 

Aksi Jual Besar-besaran Dorong Penurunan Harga

Penurunan tajam ini terjadi bersamaan dengan aksi jual besar di pasar saham teknologi global. Ketika saham turun, banyak investor cenderung menjauhi aset berisiko seperti cryptocurrency, termasuk Bitcoin.

Kepala Riset Pepperstone di Melbourne, Chris Weston, mencatat bahwa penurunan sudah berlangsung sejak akhir 2025. Ia menyebut banyak posisi besar dilepas sekaligus sehingga mempercepat tekanan turun pada harga. 

Selain itu, pasar kripto juga merasakan dampak dari penurunan nilai aset secara keseluruhan.

Data pasar menunjukkan total nilai semua aset kripto global telah menyusut sekitar US$ 2 triliun sejak mencapai puncaknya awal Oktober tahun lalu.

Lebih dari US$ 1 triliun nilai pasar hilang hanya dalam satu bulan terakhir. 

Ethereum Turun, Mini Bitcoin ETF Keluar Dana

Penurunan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Mata uang digital lain seperti Ethereum (Ether) juga mengalami tekanan pasar.

Ether sempat naik tipis, namun tetap jauh di bawah level tertingginya sepanjang tahun ini. 

Beberapa laporan juga menunjukkan bahwa dana kelolaan ETF Bitcoin di Amerika Serikat mengalami arus keluar puluhan miliar dolar selama beberapa bulan berturut-turut.

Arus keluar ini menjadi tanda bahwa kepercayaan investor terhadap aset kripto sedang melemah. 

Sentimen Pasar Makin Negatif

Analis menilai sentimen di pasar kripto kini berada di bawah tekanan kuat.

Ketika Bitcoin kehilangan momentum, investor mulai mempersempit risiko dengan menarik dana dan mengalihkannya ke aset yang dianggap lebih stabil.

Salah satu indikator sentimen, indeks “Fear & Greed” (Takut & Serakah), menunjukkan bahwa rasa takut kembali mendominasi perilaku pasar kripto.

Kondisi ini menggarisbawahi bahwa banyak pelaku pasar kini lebih menghindari risiko daripada mencari peluang cepat. 

Masa Depan Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar

Walau harga Bitcoin turun ke level kritis, analis masih melihat potensi rebound jika sentimen pasar pulih dan arus investor kembali masuk.

Namun untuk saat ini, tekanan pasar tampak lebih kuat akibat aksi jual saham teknologi, kekhawatiran ekonomi global, dan keluarnya dana dari produk investasi kripto.

Investor disarankan tetap berhati-hati dan memperhatikan manajemen risiko di tengah pasar yang sangat fluktuatif ini. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!