x Pulau Seribu Asri

Kronologi Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 09:13 101 Arthur

Viralterkini.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi insiden hilang kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang (17/1/2026).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut beroperasi di bawah AOC 034 milik Indonesia Air Transport.

“Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 menjalani penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” ujar Lukman dalam keterangan resmi.

Pesawat itu terbang di bawah kendali pilot in command Capt. Andy Dahananto.

Penyimpangan Jalur Saat Pendekatan

Berdasarkan data Kemenhub, pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Namun, sistem ATC mendeteksi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. Petugas lalu memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat.

ATC kemudian menyampaikan beberapa instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Akan tetapi, setelah instruksi terakhir, komunikasi dengan pesawat terputus sepenuhnya.

ATC Tetapkan Fase Darurat

Menindaklanjuti hilangnya komunikasi tersebut, ATC Makassar segera menetapkan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.

“ATC langsung mendeklarasikan fase darurat dan mengaktifkan prosedur pencarian serta pertolongan,” kata Lukman.

Basarnas dan TNI AU Lakukan Pencarian

Setelah deklarasi darurat, AirNav Indonesia Cabang MATSC langsung berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Polres Maros melalui Kapolsek Bandara.

Secara paralel, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menyiapkan crisis center di terminal keberangkatan sebagai pusat informasi dan koordinasi.

Tim SAR kemudian menetapkan Pegunungan Karst Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, sebagai area pencarian awal. Basarnas juga membangun posko di sekitar lokasi tersebut.

“Tim akan melanjutkan pencarian melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pukul 16.25 WITA,” jelas Lukman.

Jumlah Penumpang dan Kondisi Cuaca

Kemenhub melaporkan jumlah orang di dalam pesawat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas 7 awak pesawat dan 3 penumpang.

Saat insiden terjadi, jarak pandang di wilayah tersebut hanya sekitar 8 kilometer, dengan kondisi cuaca berawan. Kemenhub kini terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh data meteorologi lanjutan.

Koordinasi Intensif Antarinstansi

Lukman menegaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mengintensifkan koordinasi lintas instansi. Pihak-pihak yang terlibat antara lain AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.

“Koordinasi ini bertujuan memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh langkah penanganan berjalan cepat, tepat, dan optimal,” pungkasnya. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!