x Pulau Seribu Asri

ASEAN Para Games 2025: Indonesia Siap Tempur di Nakhon Ratchasima

waktu baca 4 menit
Jumat, 16 Jan 2026 22:28 75 Agung

Viralterkini.id, Jakarta — Kontingen Indonesia langsung menggeber persiapan setibanya di Nakhon Ratchasima, Thailand, menjelang tampil di ASEAN Para Games 2025.

Sebanyak 290 atlet yang tergabung dalam kontingen Merah Putih tidak membuang waktu untuk beradaptasi, dengan sejumlah cabang olahraga segera menggelar latihan pemulihan sehari setelah tiba di lokasi pertandingan.

Kontingen Indonesia tiba di Thailand dalam dua kloter melalui Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Kamis (15/1/2026).

Kloter pertama mendarat pada pukul 08.15 waktu setempat, disusul rombongan kedua pada pukul 15.45. Dari Bangkok, seluruh atlet dan ofisial melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih empat jam menuju Nakhon Ratchasima, yang menjadi salah satu kota utama penyelenggara ASEAN Para Games 2025.

Meski harus menempuh perjalanan panjang, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para atlet. Sejumlah cabang olahraga langsung menjadwalkan sesi latihan ringan guna mengembalikan kebugaran dan mempercepat proses adaptasi dengan cuaca serta lingkungan pertandingan.

Salah satu cabang olahraga yang langsung menjajal venue adalah sepak bola cerebral palsy (CP). Pelatih tim sepak bola CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, mengatakan timnya sengaja menggelar dua sesi latihan pada Jumat (16/1/2026) sebagai bagian dari program conditioning awal.

“Dengan kondisi pemain yang cukup kelelahan setelah perjalanan jauh, hari ini kami fokus pada conditioning. Pagi tadi kami lakukan latihan ringan agar otot pemain lebih rileks, dan sesi sore berjalan dengan baik,” ujar Yanuar saat ditemui di Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium, Jumat (16/1).

Yanuar menjelaskan, tim pelatih masih memiliki beberapa hari ke depan untuk mematangkan persiapan sebelum laga perdana. Program latihan akan disusun secara bertahap agar para pemain mencapai performa puncak tepat saat pertandingan dimulai.

“Untuk kebugaran tinggal ditingkatkan sedikit lagi agar sampai ke level optimal. Setelah itu, fokus kami akan bergeser ke aspek taktik dengan menyesuaikan karakter permainan lawan-lawan di ASEAN Para Games 2025,” jelasnya.

Ia juga memastikan kondisi seluruh pemain dalam keadaan baik. “Sejauh ini semua pemain sehat dan tidak ada yang mengalami cedera. Ini penting agar kami bisa menurunkan komposisi tim terbaik di turnamen,” tambah Yanuar.

Senada dengan pelatih, kapten tim sepak bola CP Indonesia, Yahya Hernanda, menegaskan kesiapan tim menghadapi persaingan di ASEAN Para Games 2025.

Menurutnya, adaptasi dengan lapangan pertandingan menjadi salah satu fokus utama sejak hari pertama latihan.

“Insya Allah kami siap menjalani seluruh rangkaian latihan sampai hari pertandingan. Kondisi tim cukup baik dan kami sudah mulai beradaptasi dengan lapangan yang akan digunakan,” kata Yahya.

Gelandang kelahiran Martapura, 26 November 1996, itu menyebut sesi latihan difokuskan pada passing exercise untuk menyesuaikan diri dengan kondisi rumput di Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium.

“Kami mencoba mengukur aliran bola, apakah nyaman atau tidak. Kondisi rumput yang relatif tipis membuat bola sedikit lebih sulit dikontrol, jadi adaptasi ini penting,” ujar alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin tersebut.

Selain sepak bola CP, tim basket kursi roda Indonesia juga langsung menggelar latihan di Center Point Hotel Terminal 21 Nakhon Ratchasima. Sesi latihan perdana difokuskan pada pemulihan fisik setelah perjalanan dan menjaga kebugaran atlet.

Sejumlah atlet wheelchair basketball National Paralympic Committee (NPC) Indonesia melakukan pemanasan saat sesi latihan untuk ASEAN Para Games 2025 di Hotel Center Point, Terminal 21, Nakhon Rachatsima, Thailand, Jumat (16/1/2026).

Pelatih tim basket kursi roda Indonesia, Salim Nurjadin, mengatakan agenda latihan akan semakin intens dalam beberapa hari ke depan, termasuk penyesuaian lapangan dan proses klasifikasi atlet.

“Mulai besok kami akan melakukan latihan penyesuaian lapangan sekaligus menjalani proses klasifikasi. Setelah itu, kami bersiap menghadapi nomor pertama, three on three, yang akan digelar pada 19 Januari, lalu dilanjutkan nomor five on five,” ungkap Salim.

Salim memastikan persiapan tim selama pemusatan latihan nasional berjalan sesuai rencana. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk memantapkan performa dan memperkuat kerja sama tim.

“Secara keseluruhan tim sudah siap. Kami akan berjuang maksimal di ajang ini dan berusaha mencapai target. Target kami adalah medali perak,” tegasnya.

Optimisme juga disampaikan pemain basket kursi roda Indonesia, Kasep Ayatullah Muhammad Al Yasir. Ia menilai seluruh atlet memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi di Thailand.

“Kami benar-benar optimistis bisa meraih medali. Mudah-mudahan bisa naik podium, apa pun warna medalinya,” ujar Kasep.

Meski menyadari persaingan di cabang basket kursi roda sangat ketat, Kasep menegaskan tim Indonesia tidak gentar menghadapi kekuatan negara lain.

“Filipina, Malaysia, dan Thailand adalah lawan-lawan kuat di Asia Tenggara. Tapi kami tidak terlalu fokus pada kekuatan mereka. Fokus kami adalah pada permainan dan strategi tim sendiri,” katanya.

Dengan persiapan yang langsung digeber sejak hari pertama, kontingen Indonesia optimistis dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik dari ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!