x Pulau Seribu Asri

PBB Nilai Aksi Militer AS ke Venezuela Tindakan Berbahaya, DPR RI Ingatkan Ancaman Kekacauan Globa

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Jan 2026 19:36 69 M Ary K

Viralterkini.id, Washington – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai tindakan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela sebagai langkah yang mengkhawatirkan dan berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam tatanan hukum internasional. Hal tersebut disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Sabtu (3/1).

“Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh oleh semua pihak terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” ujar Dujarric dalam pernyataannya.

Menurut Dujarric, Guterres sangat prihatin karena aturan hukum internasional dinilai tidak dihormati. Ia juga menyoroti eskalasi terbaru di Venezuela yang dinilai dapat membawa implikasi serius dan mengkhawatirkan bagi stabilitas kawasan.

Guterres pun mendesak seluruh pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog yang inklusif, dengan tetap menghormati hak asasi manusia (HAM) serta supremasi hukum sebagai landasan utama penyelesaian konflik.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Anggota DPR RI Jazuli Juwaini. Ia menilai tindakan AS terhadap Venezuela sebagai langkah sepihak yang mencederai prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan Piagam PBB.

Menurut Jazuli, aksi tersebut tidak hanya melanggar kedaulatan negara lain, tetapi juga mengabaikan mekanisme hukum dan diplomasi internasional yang selama ini menjadi fondasi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia.

“Tidak ada satu pun negara yang dibenarkan menggunakan kekuatan militer secara sepihak atas nama kepentingan politik dan kekuasaan,” kata Jazuli dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia mengingatkan bahwa tindakan AS yang menyerang Venezuela serta menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, sangat berbahaya jika dibiarkan dan dianggap sebagai sesuatu yang normal dalam hubungan internasional.

“Jangan sampai tindakan ini menjadi preseden buruk, seolah-olah hukum internasional tidak lagi diindahkan dan bisa dilanggar begitu saja oleh negara-negara berkuasa,” ujarnya.

Jazuli juga menegaskan bahwa ketidakpatuhan terhadap hukum internasional berpotensi memperbesar konflik terbuka antarnegara dan meningkatkan eskalasi ketegangan global. Bahkan, ia memperingatkan kemungkinan terjadinya perang berskala besar.

“Dalam kondisi seperti ini, ancaman terjadinya Perang Dunia Ketiga bukanlah sesuatu yang mustahil,” katanya.

Ia pun menyerukan kepada PBB dan komunitas internasional agar bersikap tegas dalam menegakkan hukum internasional secara adil serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi, bukan kekerasan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa negaranya telah melancarkan serangan militer terhadap Venezuela. Melalui platform Truth Social pada Sabtu (3/1), Trump menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut.

“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela,” tulis Trump. (ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!