Viralterkini.id, Jakarta – Haji Putra Rizky selaku pemilik sekaligus sponsor utama LFN HP969 Road Race Championship menegaskan bahwa keputusan melarang pembalap dari ajang OnePrix dan MotoPrix untuk ikut serta dalam kejuaraan balap miliknya bukan bertujuan untuk menyaingi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) lainnya.
Larangan tersebut justru diberikan agar para rider memiliki keleluasaan dalam menentukan arah karier balap mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Haji Putra menyusul anggapan sejumlah pihak bahwa kehadiran LFN HP969 dengan hadiah yang besar berpotensi membuat ajang balap lain, seperti OnePrix dan MotoPrix, menjadi sepi peminat.
“Saya ingin luruskan, tidak ada niatan untuk membuat Kejurnas MotoPrix 2025 dan OnePrix 2025 menjadi sepi. Pendapat yang mengatakan demikian adalah salah,” tegas Haji Putra dalam keterangannya yang dikutip Minggu (8/6/2025).
Menurutnya, sepi atau ramainya suatu event balap tidak semata-mata dipengaruhi oleh besaran hadiah.
Banyak faktor lain yang memengaruhi antusiasme peserta, seperti kualitas kemasan event, kejelasan regulasi, serta kredibilitas penyelenggara.
Haji Putra mencontohkan Kejurnas MRS di Sirkuit Mandalika yang tetap ramai meski menawarkan hadiah yang tergolong standar.
Padahal, dari segi jarak dan biaya, event tersebut tergolong cukup membebani tim. Namun demikian, event tersebut tetap diminati karena kemasan dan kualitas penyelenggaraannya yang dianggap baik oleh para pelaku balap.
“Faktanya, Kejurnas MRS di Mandalika tetap padat dengan peserta. Bahkan kategori UB150 musim 2025 ini sampai harus dibatasi usianya karena tingginya animo. Jadi bukan semata soal hadiah,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyebab utama sepinya ajang OnePrix bukan karena hadirnya LFN HP969.
Ia menyebut ada sejumlah permasalahan internal yang membuat tim-tim peserta enggan kembali mengikuti kejuaraan tersebut.
“Banyak tim sudah tidak tertarik lagi karena beberapa masalah sebelumnya, mulai dari hadiah yang lama cair, jadwal tidak konsisten, hingga jumlah seri yang tidak sesuai harapan. Ini mengakibatkan brand image OnePrix jadi kurang bagus di mata manajemen tim,” ungkapnya.
Haji Putra menegaskan bahwa larangan bagi pembalap OnePrix dan MotoPrix untuk ikut serta di LFN HP969 bertujuan untuk membuka ruang persaingan yang lebih sehat.
Ia ingin agar pembalap memiliki pilihan dan tidak hanya berkutat di ajang yang sama.
“Tujuan saya bukan membatasi, tapi memberi pilihan. Biarkan mereka memilih, apakah mau bermain di OnePrix, MotoPrix, atau LFN HP969. Ini agar peluang juara lebih merata dan tidak hanya dikuasai nama-nama yang itu-itu saja,” jelasnya.
Menurutnya, tidak realistis jika semua pembalap nasional diarahkan untuk mengikuti event yang sama.
Ia menilai, penyebaran peserta ke berbagai event justru baik bagi pembinaan dan regenerasi pembalap.
“Kalau semua ikut LFN HP969, apa mungkin kategori expert bisa sampai 100 starter? Kan tidak. Jadi harus ada distribusi. Mereka sendiri yang menentukan mana event yang jadi prioritas,” lanjutnya.
Sebagai pelaku dunia balap yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses, Haji Putra mengajak pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk berbenah.
Ia menyarankan agar IMI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan balap nasional agar kembali diminati oleh tim dan pembalap.
“IMI harus introspeksi, kenapa MotoPrix sepi di beberapa region dan OnePrix mulai ditinggalkan? Harus ada reformasi mendasar. Undang semua pihak terkait, duduk bersama, cari akar masalah, dan tentukan solusi win-win yang menguntungkan semua pihak,” katanya.
Menurutnya, jika tidak ada pembenahan serius, maka kejuaraan balap nasional akan terus kehilangan daya tariknya dan akan berdampak buruk terhadap masa depan pembalap muda Indonesia.
“Balap nasional harusnya jadi ladang pembinaan, bukan malah membuat orang ragu untuk ikut. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkas Haji Putra Rizky.
Tidak ada komentar