x Pulau Seribu Asri

Wasit Thoriq Alkatiri Dipukul Suporter Usai Laga Malut United vs PSM

waktu baca 4 menit
Minggu, 8 Mar 2026 11:34 63 Agung

Viralterkini.id, JAKARTA – Wasit berlisensi FIFA, Thoriq Alkatiri, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum suporter usai memimpin pertandingan Malut United melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Kie Raha, Kota Ternate, Sabtu (7/3/2026).

Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan yang berlangsung dramatis itu berakhir imbang 3-3.

Ketegangan memuncak ketika keputusan wasit membatalkan gol di menit akhir pertandingan memicu kekecewaan dari sebagian suporter tuan rumah.

Thoriq Alkatiri bersama dua asisten wasit menjadi sasaran pelampiasan emosi ketika hendak meninggalkan lapangan menuju lorong stadion.

Dalam situasi yang memanas itu, seorang oknum suporter sempat memukul kepala Thoriq menggunakan kain atau jaket.

Petugas keamanan stadion yang berada di lokasi segera bertindak cepat untuk melindungi perangkat pertandingan.

Mereka mengawal ketat sang wasit menuju ruang ganti di area dalam stadion guna menghindari situasi yang semakin tidak kondusif.

Berdasarkan rekaman yang beredar, Thoriq terlihat hampir terjatuh ketika berjalan menuju lorong stadion akibat tekanan dari kerumunan suporter.

Namun sejumlah steward berhasil membantunya berdiri dan mengamankan jalur menuju ruang wasit.

Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak awal hingga akhir laga. Kedua tim saling berbalas gol sehingga skor 3-3 bertahan hingga menit ke-90 waktu normal.

Memasuki masa tambahan waktu, asisten wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit. Pada fase inilah momen krusial terjadi ketika striker PSM Makassar, David da Silva, berhasil mencetak gol yang sempat membuat tim tamu bersorak.

Gol tersebut menjadi gol ketujuh dalam pertandingan dan berpotensi mengubah hasil akhir laga. Namun situasi di lapangan tidak langsung disahkan oleh wasit.

Thoriq Alkatiri kemudian berkomunikasi dengan asisten wasit sebelum memutuskan untuk melakukan pengecekan melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR). Proses pemeriksaan berlangsung beberapa saat sebelum keputusan final diambil.

Setelah melihat tayangan ulang melalui VAR, wasit yang lahir pada 19 November 1988 itu akhirnya memutuskan untuk membatalkan gol David da Silva.

Keputusan tersebut diambil karena adanya indikasi offside serta potensi pelanggaran yang terjadi sebelum gol tercipta.

Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari sebagian pendukung Malut United yang memadati Stadion Gelora Kie Raha. Mereka menilai keputusan wasit tidak menguntungkan tim tuan rumah.

Padahal, jika gol tersebut disahkan, maka Malut United berpotensi meraih kemenangan di hadapan publik sendiri.

Namun dengan keputusan pembatalan itu, skor 3-3 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil imbang tersebut membuat Malut United harus puas berbagi poin dengan PSM Makassar meski bermain di kandang sendiri. Kekecewaan suporter pun memuncak setelah pertandingan berakhir.

Sejumlah ofisial Malut United juga terlihat menghampiri wasit usai pertandingan. Mereka tampak berdiskusi dengan perangkat pertandingan terkait sejumlah keputusan yang diambil selama laga berlangsung.

Setelah itu, Thoriq Alkatiri bersama dua asisten wasit berjalan perlahan menuju ruang ganti melalui lorong stadion. Namun situasi di area tersebut sudah dipenuhi oleh sejumlah suporter yang menunggu.

Petugas keamanan sebenarnya telah bersiaga untuk mengawal perangkat pertandingan. Beberapa steward membentuk barisan pengamanan guna memastikan jalur menuju ruang wasit tetap aman.

Meski demikian, seorang oknum suporter berhasil menerobos celah pengamanan dan mendekati Thoriq Alkatiri.

Dalam kejadian singkat tersebut, pelaku memukul kepala sang wasit menggunakan kain sebelum akhirnya berhasil dihalau petugas.

Akibat kejadian itu, Thoriq sempat kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh di lorong stadion. Para steward kemudian segera mengangkat dan membantunya berjalan cepat menuju ruang aman.

Situasi di sekitar lorong stadion sempat memanas sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh aparat keamanan. Petugas kemudian memastikan perangkat pertandingan berada dalam kondisi aman di ruang ganti.

Setelah situasi stadion dinilai kondusif, tim wasit akhirnya meninggalkan Stadion Gelora Kie Raha dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mereka keluar dari stadion menggunakan dua kendaraan yang dikawal mobil patroli.

Pengawalan dilakukan untuk memastikan keselamatan perangkat pertandingan hingga meninggalkan area stadion. Tim wasit bahkan menjadi rombongan terakhir yang keluar dari lokasi pertandingan.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya keamanan bagi perangkat pertandingan dalam kompetisi sepak bola nasional.

Perlindungan terhadap wasit menjadi bagian penting untuk menjaga integritas dan profesionalitas kompetisi.

Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait sanksi terhadap pelaku maupun tindak lanjut dari otoritas sepak bola Indonesia terkait insiden tersebut.

Namun kejadian ini diperkirakan akan menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyelenggaraan pertandingan ke depan. (ag/ma)

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri