Viralterkini.id, Kanada – Utusan Palestina untuk PBB, Majed Bamya, mengkritik keputusan veto Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/11) terhadap resolusi gencatan senjata yang diusulkan untuk Jalur Gaza.
Bamya menegaskan bahwa “tidak ada alasan yang dapat dibenarkan” untuk menghalangi resolusi yang bertujuan mengakhiri genosida Israel.
“Israel akan selalu mengeklaim bahwa syarat-syarat belum terpenuhi karena rencana mereka membutuhkan kelanjutan perang ini, untuk mencaplok tanah dan menghancurkan rakyat,” kata Bamya di hadapan Dewan Keamanan PBB.
Dirinya menggambarkan Israel yang terus menerus melakukan penyerangan berlanjut sebagai upaya untuk “memusnahkan sebuah bangsa,”
Ia menekankan pentingnya gencatan senjata tanpa syarat, dengan menyatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk “menyelamatkan nyawa, semua nyawa,” sebagai langkah pertama penyelesaian konflik.
“Resolusi ini bukan pesan berbahaya. Veto inilah yang menjadi pesan berbahaya bagi Israel bahwa mereka dapat terus menjalankan rencananya, rencana yang Anda sendiri tolak,” ujarnya.
Bamya berargumen bahwa veto AS, yang memblokir seruan untuk gencatan senjata tanpa syarat, secara efektif mendukung perang yang “membunuh, melukai, meneror, dan menghancurkan sebuah bangsa secara keseluruhan.”
“Kapan cukup itu cukup?” tanyanya, seraya menyerukan komunitas internasional untuk mendukung “kehidupan, kebebasan, dan perdamaian,” serta menolak pembunuhan warga sipil sebagai alat untuk tujuan politik.
Memasuki tahun kedua genosida di Gaza, perhatian internasional semakin meningkat, dengan berbagai tokoh dan institusi menganggap tindakan Israel sebagai upaya yang disengaja untuk menghancurkan populasi.
Israel saat ini menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang mematikan yang dilancarkannya di Gaza.
Sumber: Anadolu
Tidak ada komentar