x Pulau Seribu Asri

UI dan KONI Adakan Seminar Dengan Tema “Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi”

waktu baca 4 menit
Rabu, 3 Des 2025 08:41 45 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Upaya memperkuat ekosistem olahraga nasional kembali mendapat momentum penting melalui penyelenggaraan seminar “Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi” yang digelar atas kolaborasi Pusat Studi Strategik Diplomasi dan Industri Olahraga Center for Strategic and Global Studies Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (PSSDIO CSGS SPPB UI), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 1 Desember 2025 ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas tantangan dan peluang Indonesia menuju kekuatan olahraga dunia pada 2045.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur SPPB UI, Ir. Mauren Pomsar Lumban Toruan, M.M menegaskan Universitas Indonesia lewat Sekolah Pasca Sarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB UI) sangat peduli kepada kemajuan olahraga di tanah air. Karena itu sebaga lembaga akademik tentunya Universitas Indonesia sejak setahun lalu membentuk pusat studi stratejik diplomasi dan industry olahraga (PSSDIO) dan siap membantu secara akademik pihak- pihak yang ingin memajukan olahraga utamanya Komite Olahraga Nasional Indonesia.

“untuk meningkatkan diplomasi dan industri olahraga kita perlu bekerjasama dengan koni dan semua stakeholder, agar UI bisa menjadi pusat pengembangan olahraga nasional, UI juga sering mengadakan kejuaraan olahraga menunjukkan antusiasme kami untuk memajukan olahraga, ujar Mauren.

Sementara itu Ketua Center for Strategic and Global Studies (CSGS) UI, Dr. Shobichatul Aminah, M.Si, melihat bahwa pusat riset diplomasi dan industri olahraga itu ternyata di Indonesia belum ada, padahal hal ini sangat penting untuk memajukan olahraga Indonesia.

“kami dari kalangan akademisi sekarang memunculkan pusat riset terkait manajemen olahraga, karena sepertinya ada yang salah dalam olahraga di Indonesia, seperti isu kanjuruhan, karena belum ada yang serius mengkaji manajemen olahraga, manajemen event olahraga, standar orang yang kerja di olahraga itu belum ada yang serius mengkaji hal ini “ , ujarnya

Karena itu ibu Shobichatul kemudian membentuk pusat studi stratejik diplomasi dan industri olahraga yang diharapkan dapat bekerjasama dengan KONI dalam memajukan DIplomasi dan Industri Olahraga. Ia berharap kerjasama tidak berhenti di atas meja tapi harus mampu mewujudkan hasil riset, lembaga pendidikan, dan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan kemajuan diplomasi dan industri olahraga.

“saya tidak ahli dalam olahraga, tapi saya concern karena ini peer karena untuk membicarakan hal ini harus ada teoir yang riil”, tambah Shobichatul.

Ketua Pusat Studi Stratejik DIplomasi dan Industri Olahraga (PSSDIO) UI, Dr. Uden Kusuma Wijaya SH MM menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan berbagai pihak utamanya KONI untuk memajukan diplomasi dan industri olahraga. Menurutnya, banyak kamuflase di dunia olahraga yang terjadi perlu dibenahi secara signifikan melalui analisa dan riset . Menurutnya, Kunci dari kemajuan olahraga adalah sport industry, harus dikelola secara industri.

“saya pernah menjadi staf ahli di kemenpora, saya melihat tiap sore mantan atlet yang berlaga di ajang nasional dan internasional sampai menggadaikan medalinya hanya untuk hidup, membayar kost rumahnya, ini dampak dari kebijakan yang harus dapat kita ubah kondisinya”, usulnya.

Seorang atlet harus dihargai baik saat menjadi atlet maupun setelah menjadi atlet, tidak peduli apakah dia atlet lokal, nasional ataupun internasional.

“mereka harus dikelola secara baik dari sisi ekonomi, dikembangkan secara personal, ketika mereka sudah tidak jadi atlet lagi kebutuhan ekonomi mereka harusnya sudah mencukupi” tambah uden. PSSDIO sebagai lembaga studi di Universtas Indonesia akan mengarah kepada pengkajian dan naskah akademik demi kemajuan dunia olahraga khususnya kesejahteraan atlet.

“jangan sampai setelah mereka berprestasi mereka terabaikan tidak terpakai” harapnya.

Sekretaris Jendral Koni Pusat, Drs. Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS, dalam sambutan sebelum seminar berlangsung, menyambut baik atas inisiatif UI untuk berperan dalam kemajuan diplomasi dan industri Olahraga. Menurutnya, kajian-kajian akademis untuk pemajuan dunia olahraga sangat dibutuhkan oleh Koni sebagai lembaga tinggi olahraga di Indonesia.

“Kami sangat menyadari bahwa lingkungan akademisi adalah satu lingkungan yang tidak dapat kami tinggalkan, Indonesia menguasai Asia Tenggara di tahun 1997 an, melalui rencana kerjasama yang akan dilakukan akan ditindaklanjuti dengan hal-hal yang kongrit karena akan banyak kontribusi dari UI dalam hal diplomasi dan industry olahraga prestasi”, ujarnya.

Dalam Seminar Optimalisasi Diplomasi dan Industri Olahraga Prestasi Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan pada Senin, 1 Desember 2025 di Gedung Apung, Perpustakaan Universitas Indonesia, dibagi dalam dua sessi. Sesi pertama yang membahas tentang Sport Diplomacy & Industry Landscape menghadirkan narasumber Ketua PSSDIO CSGS SPPB UI, Dr. Uden Kusuma Wijaya SH MM, Sekretaris Jendral Koni Pusat, Drs. Tb. Ade Lukman Djajadikusuma, MEMOS, dan Mufidi, S.or, MM dari SM School of Sport Management. Sedangkan Sesi kedua yang membahas Kesejahteraan Atlet (Welfare Athlete) menghadirkan Staf Khusus Koni Pusat, Drs, Shadik Algadri, Bidang Usaha dan Kerjasama Koni Pusat, Anjar Nugraha dan Praktisi Industri, Muhamad Budi Negoro. (ary)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

11 hours ago
12 hours ago
13 hours ago
13 hours ago
13 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!