x Pulau Seribu Asri

Tsunami Kiriman Rusia Berpotensi Terjang Wilayah Timur Indonesia, Warga Diminta Jauhi Pantai

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Jul 2025 15:13 176 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 8,7 skala richter yang mengguncang lepas pantai timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7) pukul 08.25 waktu setempat atau 23.25 GMT, memicu potensi tsunami yang dapat menjangkau kawasan Asia-Pasifik, termasuk sejumlah wilayah di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang tsunami tersebut diperkirakan akan berdampak pada beberapa wilayah di Indonesia timur.

Wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara, Halmahera Utara di Maluku Utara, Raja Ampat bagian utara, Manokwari dan Sorong bagian utara di Papua Barat, serta Biak Numfor dan Supiori di Papua.

Tinggi gelombang yang diprediksi berkisar 50 sentimeter, namun para ahli menekankan bahwa ketinggian tersebut tetap bisa membahayakan nyawa manusia, terutama jika gelombang mengalami amplifikasi di daerah teluk.

BMKG merilis estimasi waktu tiba gelombang tsunami di beberapa wilayah sebagai berikut:

Kepulauan Talaud: pukul 13.52 WIB

Halmahera Utara: pukul 14.04 WIB

Manokwari: pukul 14.08 WIB

Raja Ampat Utara: pukul 14.18 WIB

Biak Numfor dan Supiori: pukul 14.21 WIB

Sorong Utara: pukul 14.24 WIB

Meski tergolong kecil, gelombang setinggi 50 sentimeter tidak boleh disepelekan. Sejarah mencatat bahwa pada tsunami Tohoku, Jepang tahun 2011, gelombang yang awalnya diprediksi hanya setinggi 50 sentimeter ternyata meningkat menjadi 3,8 meter ketika memasuki wilayah Teluk Youtefa, Papua, dan menyebabkan korban jiwa.

Hal ini menjadi pengingat bahwa bentuk geografis seperti teluk dapat memperkuat efek gelombang tsunami.

Menyikapi potensi ancaman tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan.

Masyarakat diminta untuk menjauhi area pantai mulai satu jam sebelum hingga dua jam setelah waktu kedatangan gelombang yang diperkirakan oleh BMKG.

“Kami minta masyarakat tetap tenang namun waspada. Jangan berada di pantai selama periode waktu yang telah diumumkan. Potensi tsunami bisa meningkat secara lokal, terutama jika terjadi di wilayah teluk atau dataran rendah pesisir,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis.

Selain kemungkinan amplifikasi gelombang, BNPB juga mengingatkan soal kemungkinan adanya gelombang susulan yang bisa lebih besar dan merusak.

Oleh karena itu, upaya evakuasi dan pengosongan pantai perlu dilakukan secara disiplin untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

BNPB menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama BMKG, Basarnas, dan sejumlah pemerintah daerah di kawasan yang berpotensi terdampak.

Hasilnya, seluruh stakeholder telah mengambil langkah cepat dengan menyebarkan surat peringatan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di bibir pantai sesuai jadwal kedatangan gelombang.

Beberapa pemerintah daerah juga telah menyiagakan jalur evakuasi dan membuka tempat penampungan sementara bagi warga pesisir yang bermukim di zona rawan.

Selain itu, komunikasi lintas instansi seperti TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus diintensifkan untuk memastikan evakuasi berjalan lancar.

Pemerintah pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang bersumber dari media sosial atau pihak yang tidak memiliki otoritas.

“Masyarakat hanya perlu mengikuti perkembangan dari lembaga resmi seperti BMKG, BNPB, BPBD, Basarnas, serta aparat keamanan TNI dan Polri,” ujar juru bicara BNPB.

Sebagai bentuk kewaspadaan berkelanjutan, BNPB akan menggelar rapat evaluasi pada Rabu (30/7) pukul 18.00 WIB bersama pemangku kebijakan dari pusat maupun daerah.

Rapat tersebut akan membahas kondisi terakhir di lapangan, termasuk hasil pemantauan pergerakan gelombang dan pelaksanaan skenario evakuasi masyarakat.

Masyarakat diminta tetap tenang dan sigap mengikuti arahan otoritas, serta tidak kembali ke wilayah pesisir sebelum dinyatakan aman.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan notifikasi darurat dari aplikasi resmi atau kanal komunikasi yang disediakan oleh BNPB dan BMKG.

“Kewaspadaan adalah kunci keselamatan. Lebih baik waspada berlebih daripada menyesal kemudian,” tegas pihak BNPB.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru secara berkala.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!