x Pulau Seribu Asri

Trust Indonesia Menanggapi Pernyataan Luhut Soal Kritikan Pengamat Tanpa Data Akurat

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Apr 2025 13:14 213 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Trust Indonesia menanggapi pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan yang menuding banyaknya pengamat yang berbicara tanpa adanya data yang akurat. Direktur Riset Trust Indonesia Ahmad Fadhli mengatakan pihaknya justru siap menyampaikan data statistik jika Luhut Panjaitan menginginkan data yang merekam pendapat publik terkait kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Sebagai lembaga riset, Trust Indonesia memiliki segudang data untuk memenuhi keinginan Pak Luhut. Kita justru menunggu waktu Pak Luhut untuk mendengarkan kritik publik dan Trust Indonesia atas kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Pak Luhut siapkan saja waktunya, Trust Indonesia siap meladeni permintaan Pak Luhut soal data,” ujar Fadhli dalam keterangan kepada awak media, Selasa (1/4) pagi.

Mantan aktivis mahasiswa ini justru meminta Luhut tidak bersikap reaksioner atas kritik yang dilontarkan banyak pihak terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Menurutnya, kritik justru sangat penting untuk membantu pemerintahan Prabowo-Gibran menemukan komposisi kebijakan yang tepat dan baik untuk publik. Kritik, ungkapnya, penting agar pemerintahan Prabowo-Gibran tidak menggunakan kacamata kuda dalam memgambil kebijakan publik.

Tangkapan Layar Konferensi Pers Trust Indonesia Terkait Hasil Survei Evaluasi Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran (YouTube Trust Indonesia). Foto : ist

“Kami justru melihat Pak Luhut yang seharusnya melakukan introspeksi. Mengapa beliau sangat reaksioner terhadap kritik yang disampaikan publik. Bukankah kritik adalah prasyarat demokrasi dan bermanfaat bagi kebijakan publik yang tepat sasaran,” ucapnya.

Fadhli menjelaskan Trust Indonesia baru saja merilis survei tanggapan para pakar atau key opinion leader terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama rentang waktu Januari-Maret 2025. Hasilnya, sekitar 61,4 persen pakar tidak puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Meskipun demikian, merujuk survei Trust Indonesia, ketidakpuasan para pakar terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming (72,6 persen) justru jauh lebih tinggi daripada ketidakpuasan terhadap Presiden Prabowo (50,4 persen).

Survei Trust Indonesia tersebut juga merekam ketidakpuasan dan ketidaksetujuan para pakar terhadap sejumlah isu-isu nasional. Diantaranya 75,5 persen para pakar tidak setuju dengan Revisi UU TNI yang menempatkan Kementerian/ Lembaga dapat diisi oleh TNI aktif, 77,2 persen para pakar menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak tepat sasaran dan sekitar 80,7 persen para pakar menyebut alokasi anggaran hasil efisiensi tidak tepat sasaran.

“Ketidakpuasan publik tersebut juga ditunjukkan pada program program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran (Program MBG, Efisiensi Anggaran dan Revisi RUU TNI). Level ketidaksetujuan dan keraguan responden yang tinggi menunjukkan bahwa program-program tersebut ke depan harus mendapat evaluasi dan pengawasan yang komprehensif,” tegas Fadhli. (ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!