Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Kementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan realisasi penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) terus meningkat. Hingga Senin, 17 Maret 2026 pukul 16.00 WIB, pemerintah telah menyalurkan Rp52 triliun atau sekitar 94% dari total pagu anggaran sebesar Rp55 triliun.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menjelaskan bahwa penyaluran di tingkat pemerintah pusat hampir mencapai target penuh.
“Secara keseluruhan jumlah satker yang sudah membayarkan THR sebanyak 8.891 satker K/L,” ujar Deni kepada wartawan, pada Rabu (18/3/2026).
Kemenkeu mencatat pembayaran THR untuk ASN pusat mencapai Rp18,49 triliun. Anggaran tersebut telah diterima oleh 2.499.073 pegawai atau setara 99,37% dari target.
Rinciannya menunjukkan bahwa pemerintah menyalurkan Rp10,24 triliun kepada 925.738 pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) menerima Rp1,04 triliun untuk 428.872 orang.
Selanjutnya, anggota Polri memperoleh Rp3,42 triliun untuk 489.644 personel. Prajurit TNI menerima Rp3,37 triliun untuk 581.271 personel. Sementara itu, pegawai pemerintah non-pegawai negeri (PPNPN) menerima Rp344,13 miliar untuk 73.333 pegawai.
Penyaluran THR untuk pensiunan juga menunjukkan capaian tinggi. Hingga 11 Maret 2026, pemerintah telah menyalurkan Rp12,15 triliun kepada 3.727.765 pensiunan atau sekitar 99,67%.
Distribusi dilakukan melalui PT Taspen sebesar Rp10,7 triliun untuk 3.221.681 pensiunan. Sementara itu, PT Asabrimenyalurkan Rp1,44 triliun kepada 506.084 pensiunan.
Di tingkat daerah, realisasi THR juga terus berjalan. Hingga 17 Maret 2026, pemerintah daerah telah melaporkan penyaluran sebesar Rp21,33 triliun kepada 4.016.124 pegawai.
Data tersebut berasal dari 476 pemerintah daerah dari total 546 daerah di Indonesia. Dengan demikian, capaian penyaluran THR ASN daerah telah mencapai 87,18%.
Pemerintah mengalokasikan Rp55 triliun untuk THR ASN pada Idulfitri 2026. Nilai ini meningkat sekitar 10% dibandingkan anggaran tahun sebelumnya yang sebesar Rp49 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah telah memulai penyaluran THR sejak awal Ramadan.
“Pembayaran THR sudah dimulai bertahap sejak 26 Februari 2026 atau pekan pertama Ramadan yang diberikan kepada PNS, CPNS, PPPK, pejabat negara, prajurit TNI, anggota Polri, dan para pensiunan,” ujar Airlangga.
Pemerintah menyalurkan THR kepada jutaan penerima di seluruh Indonesia. Sekitar 2,4 juta ASN pemerintah pusat, termasuk TNI dan Polri, menerima alokasi Rp22,2 triliun.
Selain itu, sekitar 4,3 juta ASN pemerintah daerah mendapatkan Rp20,2 triliun. Sementara itu, sekitar 3,8 juta pensiunan memperoleh anggaran Rp12,7 triliun.
Penyaluran THR dalam jumlah besar ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Idulfitri 2026. Selain itu, percepatan penyaluran juga membantu menjaga perputaran ekonomi nasional selama periode mudik dan libur Lebaran.
Dengan capaian yang hampir menyentuh 100% di berbagai sektor, pemerintah optimistis distribusi THR tahun ini akan selesai tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. (**)