x Pulau Seribu Asri

Taufik Hidayat: Tak Ada Ampun untuk Pelecehan Seksual

waktu baca 4 menit
Rabu, 4 Mar 2026 23:47 10 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum I Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat mengecam keras dugaan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing. Ia menegaskan, segala bentuk pelecehan seksual, kekerasan fisik, maupun intimidasi merupakan pelanggaran serius yang merusak nilai dan integritas olahraga.

Pernyataan itu disampaikan Taufik di Jakarta, Rabu (4/3), menyusul mencuatnya laporan dugaan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap atlet di pelatnas panjat tebing. Taufik yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) menyebut tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan mengecam keras segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di dunia olahraga. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Sanksi harus tegas,” ujar Taufik.

Menurutnya, pelecehan seksual bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan bentuk kejahatan yang mencederai nilai kemanusiaan serta merusak fondasi pembinaan olahraga nasional. Ia menekankan bahwa atlet, pelatih, maupun ofisial berhak mendapatkan rasa aman dan perlindungan penuh selama menjalankan aktivitas keolahragaan.

Taufik menilai, praktik kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal, tidak boleh mendapat ruang di lingkungan olahraga prestasi. Sebab, olahraga sejatinya menjunjung tinggi sportivitas, profesionalisme, serta penghormatan terhadap martabat manusia.

“Kami menegaskan bahwa pelecehan seksual terhadap atlet, ofisial maupun pelatih adalah pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan integritas olahraga,” tegas peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut.

Ia juga memastikan tidak ada toleransi terhadap pelaku kekerasan seksual di dunia olahraga. Baginya, pembiaran terhadap kasus semacam ini hanya akan memperburuk citra olahraga nasional dan menghambat proses pembinaan atlet menuju prestasi.

“Tidak ada kompromi terhadap perilaku yang merendahkan martabat dan mencederai rasa aman. Lingkungan olahraga harus menjadi ruang yang aman, profesional, dan bermartabat bagi semua,” kata Taufik.

Sikap tegas Taufik sejalan dengan komitmen Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang sebelumnya menyatakan akan mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik di pelatnas panjat tebing. Erick memastikan pemerintah tidak akan menutup mata terhadap kasus yang mencoreng dunia olahraga tersebut.

Erick menegaskan, perlindungan terhadap atlet menjadi prioritas utama Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia meminta agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan profesional, serta memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bersalah.

Sebagai langkah konkret, Kemenpora juga membuka saluran pengaduan khusus bagi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual. Korban maupun pihak yang mengetahui adanya dugaan pelanggaran dapat melaporkan melalui surat elektronik resmi yang telah disediakan.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong korban untuk berani bersuara tanpa rasa takut. Pemerintah menjamin kerahasiaan identitas pelapor serta memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus dugaan pelecehan seksual di pelatnas panjat tebing menjadi sorotan publik karena menyangkut ruang pembinaan atlet elite nasional. Pelatnas seharusnya menjadi tempat aman bagi atlet untuk berkembang, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan internasional.

Pengamat olahraga menilai, kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perlindungan atlet di setiap cabang olahraga. Mekanisme pelaporan internal, pendampingan psikologis, serta edukasi tentang pencegahan kekerasan seksual dinilai perlu diperkuat.

Taufik menambahkan, seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari pengurus cabang, pelatih, hingga ofisial, wajib menjaga integritas dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa prestasi tidak boleh dicapai dengan mengorbankan keselamatan dan martabat atlet.

“Olahraga dibangun di atas nilai kejujuran, disiplin, dan rasa hormat. Jika nilai itu dirusak oleh tindakan asusila atau kekerasan, maka yang hancur bukan hanya individu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap sistem pembinaan,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh federasi olahraga untuk memperketat pengawasan internal serta memastikan adanya standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam penanganan kasus kekerasan dan pelecehan seksual.

Dengan komitmen pemerintah dan dukungan federasi, diharapkan dunia olahraga Indonesia dapat terbebas dari praktik kekerasan seksual. Taufik menegaskan, upaya menciptakan lingkungan olahraga yang aman dan bermartabat merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga integritas olahraga nasional dan melindungi masa depan para atlet. (ag/ma)

INSTAGRAM

11 hours ago
11 hours ago
11 hours ago
11 hours ago
11 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri