Ilustrasi seorang wanita memakai masker karena kondisi udara yang kurang baik. Foto : Viralterkini.id Viralterkini.id, Jakarta – Ancaman influenza A H3N2 atau “super flu” bukan sekadar isu musiman. Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, mengingatkan tingginya potensi lonjakan kasus di tengah musim hujan dan cuaca dingin, saat daya tahan tubuh masyarakat cenderung menurun.
“Super flu H3N2 ini sudah mulai berkembang sejak setahun lalu. Saat musim dingin dan hujan seperti sekarang, tentu akan semakin banyak yang terinfeksi jika daya tahan tubuh tidak dijaga,” kata Irma kepada Inilah.com, Kamis (1/1/2026).
Irma menilai risiko penularan cukup tinggi di kota-kota besar dengan kualitas udara buruk. Kombinasi polusi, mobilitas tinggi, dan kepadatan penduduk tentu memperlemah pertahanan saluran pernapasan masyarakat.
“Oleh karena itu, para orang tua harus lebih berhati-hati membawa balita ke tempat kerumunan, terutama di kota besar yang cemaran udaranya tinggi,” ujar Irma.
Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga dinilai memperlebar celah penularan. Mobilitas warga meningkat, sementara disiplin protokol kesehatan cenderung kendur.
“Nataru seperti saat ini memungkinkan penularannya makin terbuka. Oleh karena itu, masker sangat penting untuk tetap digunakan,” tuturnya.
Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan tidak sekadar bersiaga di atas kertas. Kewaspadaan harus diterjemahkan ke langkah konkret, terutama untuk melindungi kelompok rentan.
“Kami dari Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Kesehatan untuk mewaspadai lonjakan kasus super flu ini, terutama pada lansia dan anak-anak,” tegas dia.
Peringatan itu muncul saat kasus “super flu” kembali merebak di Eropa dan Amerika. Para ahli memperingatkan virus ini berpotensi menyebar lintas negara pada musim dingin tahun ini.
Melansir RTL Nieuws, ahli flu Ted van Essen memperkirakan epidemi flu akan kembali terjadi.
“Dalam beberapa tahun terakhir, satu-satunya waktu kita tidak mengalami epidemi flu adalah selama pandemi virus corona, karena semua tindakan pencegahan yang diterapkan. Tetapi Anda bisa yakin akan ada epidemi lain musim dingin ini,” ujar Ted van Essen dikutip dari NL Times, Sabtu (27/12/2025).
Ahli imunologi Ger Rijkers menambahkan, virus ini memiliki varian signifikan yang membuat vaksin flu tahun ini tidak sepenuhnya efektif.
“Ini adalah mutasi dari virus H3N2 dan disebut “super flu” oleh sebagian orang,” ujarnya.
Super flu biasanya menunjukkan gejala dalam tiga hingga empat hari, mulai dari demam, sakit kepala, mual, hingga rasa tidak enak badan. Lansia, kelompok dengan imunitas rendah, serta tingkat kebugaran rendah menjadi kelompok paling berisiko karena rentan mengalami komplikasi serius, termasuk gangguan pembuluh darah dan serangan jantung. (rby)
Tidak ada komentar