Gus Idris Al Marbawy. Kredit Foto: Instagram Gusidrisofficial Viralterkini.id – Nama Gus Idris kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan kasus pelecehan yang viral di media sosial.
Tuduhan itu berawal dari unggahan akun Instagram @sovinovitav, yang menceritakan pengalaman terkait tawaran pembuatan konten bertema “sumpah pocong” di Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Unggahan tersebut menyebar luas dan memicu perdebatan warganet. Banyak pihak kemudian mengaitkan peristiwa itu dengan sosok Gus Idris.
Menanggapi isu tersebut, Gus Idris menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya @gusidrisofficial.
Ia menolak seluruh tuduhan yang beredar dan menyebut informasi itu sebagai framing tanpa dasar hukum yang jelas.
Ia menegaskan bahwa kabar tersebut telah terlanjur viral tanpa disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan informasi dari NU Online Jawa Timur, Gus Idris memiliki nama lengkap Muhammad Idris Al Marbawy.
Ia dikenal sebagai tokoh muda Nahdlatul Ulama asal Desa Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Saat ini, ia memimpin Majelis Thoriqul Jannah sebagai khodimul majelis. Majelis tersebut berkembang pesat dan memiliki ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Gus Idris lahir di Malang pada 21 September 1990. Ia merupakan putra sulung dari KH Rodiyallah, tokoh agama sekaligus pimpinan PAC GP Ansor Ngajum.
Dalam keluarganya, ia memiliki dua saudara perempuan, Ning Hikmah dan Ning Nanda.
Sejak remaja, Gus Idris menempuh pendidikan berbasis pesantren dan keislaman. Ia mengenyam pendidikan SMP di SMP Riyadlul Qur’an, lalu melanjutkan SMA di Pakisaji dengan predikat siswa terbaik.
Pendidikan tinggi ia jalani di Universitas Islam Raden Rahmad dan Sekolah Tinggi Keislaman. Selain jalur formal, ia memperdalam ilmu agama di beberapa pondok pesantren, antara lain:
Selama mondok, ia dikenal tekun belajar dan memiliki minat besar pada bidang Al-Qur’an dan dakwah. Ia juga meraih sejumlah prestasi tingkat pesantren, Kabupaten Malang, hingga Provinsi Jawa Timur.
Sejak muda, Gus Idris aktif berdakwah dari kampung ke kampung dan dari masjid ke masjid. Ia sering menggantikan guru maupun ayahnya untuk mengisi majelis pengajian di berbagai daerah.
Bahkan, aktivitas dakwahnya pernah menjangkau luar negeri seperti Hongkong, Makau, dan Taiwan.
Dalam setiap ceramah, ia dikenal menyampaikan pesan agama dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami masyarakat.
Banyak jamaah mengapresiasi gaya dakwahnya yang lembut dan penuh pesan kasih sayang.
Selain itu, ia memiliki suara merdu saat melantunkan ayat Al-Qur’an dan shalawat, yang menjadi ciri khas dalam setiap majelisnya.
Gus Idris dikenal dekat dengan masyarakat dari berbagai lapisan. Ia tidak membedakan undangan, baik dari warga desa maupun kalangan berada. Undangan dari lokasi dekat maupun jauh tetap ia penuhi.
Sikap ini membuat Majelis Thoriqul Jannah berkembang pesat. Jamaahnya kini mencapai ribuan orang dan terus bertambah.
Majelis tersebut menjadi wadah pembelajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus ruang silaturahmi umat.
Hingga kini, tudingan terhadap Gus Idris masih menjadi perbincangan publik. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Kasus ini menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi kabar viral di media sosial, terutama yang menyangkut nama baik seseorang. (**)
Tidak ada komentar