Senator DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf. Foto : ist Viralterkini.id, JAKARTA – Enam tahun pascagempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Halmahera Selatan pada 2019, krisis listrik masih menghantui sejumlah wilayah di Gane. Hingga kini, beberapa desa terdampak gempa belum juga menikmati layanan listrik PLN secara layak dan permanen.
Senator DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat, khususnya akses terhadap energi listrik sebagai layanan publik utama.
Di Kecamatan Gane Barat Selatan, desa-desa seperti Gane Dalam, Yamli, dan Sekly, serta desa-desa di Kecamatan Kepulauan Joronga seperti Kurunga, Yomen, dan Liboba Hijrah, masih hidup dalam keterbatasan penerangan. Ironisnya, jaringan dan infrastruktur PLN sebenarnya telah tersedia di wilayah tersebut, namun belum difungsikan secara optimal.
Berdasarkan keterangan para kepala desa se-Kecamatan Gane, pemeliharaan jaringan listrik pascagempa hingga saat ini belum dituntaskan. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mengoperasikan genset, sementara warga lainnya masih bergantung pada lampu pelita.
“Jika dihitung, sudah hampir enam tahun sejak gempa. Namun hingga hari ini belum ada langkah konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat. Warga bertanya-tanya, apakah negara benar-benar hadir dalam proses pemulihan wilayah Gane,” ujar Hasby Yusuf dalam keterangannya.
Menurut Hasby, listrik bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga aspek keamanan.
Untuk itu, ia mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar segera duduk bersama dan menghadirkan solusi nyata, terukur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Negara tidak boleh abai. Warga Gane adalah warga Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk menikmati listrik. Jangan hanya hadir saat kampanye dan bencana, tetapi menghilang ketika masyarakat membutuhkan pemulihan,” tegasnya.
Hasby juga memastikan akan membawa persoalan ini ke jalur kelembagaan DPD RI dengan mendorong agenda rapat kerja bersama kementerian terkait dan PLN. Ia berharap dalam waktu dekat ada progres konkret yang benar-benar dirasakan masyarakat di dua kecamatan tersebut.
Masyarakat Gane kini menaruh harapan besar agar penantian panjang selama enam tahun segera berakhir, menunggu bukti kehadiran negara yang nyata—bukan sekadar janji. (ma)
Tidak ada komentar