Ilustrasi tukar rupiah terhadap Dollar. Foto : ist Viralterkini.id, Jakarta – Rupiah diperkirakan masih tertekan dalam perdagangan, hari ini (29/4). Sentimen penggeraknya diperkirakan masih berasal dari global, terutama ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi melihat meningkatnya tensi konflik dagang antara AS dan Tiongkok masih berlanjut dan bakal mempengaruhi pergerakan rupiah. Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (29/4), bergerak di kisaran 16.840-16.900 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (28/4), di Jakarta melemah sebesar 26 poin atau 0,15 persen dari akhir pekan lalu menjadi 16.856 rupiah per dollar AS.
Ibrahim menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi pernyataan yang saling bertentangan antara AS dengan Tiongkok mengenai dialog dan negosiasi kebijakan tarif guna mengurangi perang dagang.
“Pasar telah diguncang oleh sinyal yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Beijing mengenai kemajuan apa yang sedang dibuat untuk meredakan perang dagang yang mengancam akan melemahkan pertumbuhan global,” ucapnya dalam keterangannya di Jakarta.
Pada Kamis (24/4), Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa pembicaraan perdagangan antara AS dan Tiongkok sedang berlangsung meski tidak menyatakan siapa yang berunding baik dari kedua belah pihak. (ma)
Tidak ada komentar